• Headline News

    Saturday, February 25, 2017

    Film Salawaku Booming, Pemda Maluku Tidak Proaktif


    Lagu Terbaik Tahun 2021
    Ambon, Kompastimur.com 
    Dua hari penayangan perdana Film layar lebar ‘SALAWAKU’ di XXI, Ambon City Center (ACC) Kota Ambon, ternyata membooming dan di tonton oleh lebih dari 1300 penonton dari kalangan anak-anak hingga lanjut usia.

    Ironisnya, sampai saat penayangannya, film ini tidak mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah Maluku. Hal itu disampaikan Eksekutif produser Film SALAWAKU, Iksan Tualeka kepada wartawan di Ambon, Jumat (24/2).

    Menurutnya Tualeka usai memberikan kejutan bagi penonton bersama para pemainnya di studio lima, XXI ACC, drama Indonesia, bergenre road movie, yang berlatar belakang Maluku, tepatnya Pulau Seram Bagian Barat dan merupakan film tentang pencarian yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara yang diproduksi oleh Kamala Film itu, saat awal set lokasi untuk shooting promo sudah membuka komunikasi lewat surat resmi hingga pada mendatangi langsung pun tetap tidak ada direspon dari Pemda Maluku.

    “Beta sebagai Executive Produser sekaligus putra daerah Maluku cukup kecewa karena respon pemerintah daerah Maluku sama sekali kurang terlihat. Dimana katong telah beberapa kali mengabarkan terkait film ini, baik melalui surat secara resmi, media komunikasi hingga mendatangi pemda Maluku secara langsung pun, tidak ada resapon sedikitpun. Bahkan, minimal disambut secara baikpun tidak dilakukan oleh Pemda,” ujarnya menggunakan dialeg Ambon.

    Padahal sambung Tualeka, pihaknya berharap bisa ada pertemuan baik dari rumah produksi, pendukung atau fans dengan pihaK pemda. Agar orang-orang yang berasal dari luar Maluku yang terlibat di dalamnya merasa dihargai. Karena, film ini implikasi positifnya itu jauh lebih hebat dari ceritanya.

    “Ending dari film ini adalah menjual salah satu destinasi wisata yang ada di Maluku khususnya di pulau seram. Dan film itu pengaruhnya sangat kuat terhadap perkembangan pariwisata suatu daerah di salah satu Daerah di Maluku, karena jika film ini sukses, dapat menjadi salah satu pintu masuk kemajuan pariwisata di Maluku. Bulan maret ke beberapa Negara eropa artinya film ini mendapat apresiasi yang besar dimana-mana," tandasnya.

    Yang paling berkepentingan dengan film ini, katannya adalah pemerintah daerah. harsunya pemda dapat menyambut baik, bahkan menjeput bola film ini karena 80 persen mempromosikan wisata Maluku. Bahkan, dengan penghargaan yang cukup banyak yang diraih melalui film tersebut tidak mampu menarik perhatian pemda dalam melihat peluang peningkatan pariwisata lewat jalur perfilman.

    "Kami mengharapkan pemerintah dapat menyadari bahwa potensi wisata yang cukup besar ini harus kita perkenalkan melalui sebuah karya film sebagai sarana untuk menghubungkan orang dengan lokasi wisatatersebut seperti daerah-daerah lainnya," pungkasnya.

    Pengakuan yang sama juga diungkapkan produser Film SALAWAKU, Ray Zulham Michael Julius bahwa sejak awal pihaknya telah meminta bantuan Pemda Maluku dalam upaya membantu membuka jalan untuk memperlancar proses pembuatan film tersebut, namun tidak mendapatkan respon baik dari pihak Pemda.

    "Tujuan membuat Film ini di Maluku itu adalah ingin memperlihatkan lokasi-lokasi potensi pariwisata yang ada di Kota-Kota Kecil di bagian Timur Indonesia. Awal saya datang di lokasi tempat pembuatan film ini saya telah mencoba meminta bantuan dari pemda Maluku dalam upaya untuk memberikan jalan dalam rangka untuk melancarkan dan mempermudah pembuatan film tersebut, namun tidak mendapat respon baik dari pemda Maluku," terangnya.

    Dia berencana untuk membuat film berikutnya di Maluku, tetapi di lokasi yang berbeda, yakni di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang mana isu yang akan diangkat menyangkut dengan kawasan perbatasan.


     "Saya punya dua cerita di Maluku yang ingin dijadikan dalam sebuah film juga, yakni di MBD tentang isu Daerah Perbatasan, dan karena dia adalah kabupaten terluar di Indonesia, serta dengan di Langgur Kabupaten Maluku Tengggara dengan isu keagamaan yakni Katolik. Kami berharap agar ada partisipasi Pemda Maluku untuk mempermudah prosesnya," tandasnya. (KT-SH )


    Baca Juga

    loading...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Film Salawaku Booming, Pemda Maluku Tidak Proaktif Rating: 5 Reviewed By: Kompas Timur
    loading...
    Scroll to Top