• Headline News





    Monday, October 14, 2019

    Fenomena Banyak Hewan Laut Mati, BNPB Sebut Itu Akibat Upwelling


    Lagu Terbaik Tahun 2021

    Maluku, Kompastimur.com 
    Kabar warga di Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimba, resah akibat fenomena terdamparnya ratusan ikan berbagai jenis biota laut di pantai Desa Lelingulan.

    Kabar tersebut termuat alam berita di beberapa media nasional pada 13 Oktober 2019, kemarin.

    Menanggapi fenomena itu, Ahli Tsunami BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penyebab matinya ikan dan biota laut tersebut terjadi karena upwelling, yakni arus naik ke permukaan yang biasanya membawa planton atau zat hara yang menjadi makanan biota laut dangkal.

    Dikatakan, pertama, bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang menyimpulkan keterkaitan antara biota laut permukaan dengan aktivitas kegempaan dari laut yang biasanya bersumber pada lempeng dengan kedalaman lebih dari 1.000 m.

    "Untuk biota-biota yang selama ini seringkali mati dalam jumlah besar kemudian terdampar di pantai adalah biota permukaan atau biota laut dangkal-karang, bukan biota laut dalam," ujar Muhari seperti rilis yang disampaikan Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, kepada wartawan (14/10).

    Dirinya menambahkan bahwa fenomena terdamparnya biota laut dangkal sering kali disebabkan oleh fenomena upwelling. Fenomena upwelling.
      
    Lanjutnya, fenomena itu bukan merupakan efek aktivitas lempeng/sesar dan Fenomena yang terjadi tidak merujuk pada tanda-tanda akan muncul gempa besar.

    Sekedar diketahui, BMKG hingga kini telah mencatat 1.516 gempa susulan pascagempa Maluku M 6, 8 yang terjadi pada 26 September lalu. Dari jumlah tersebut, 175 gempa susulan dirasakan oleh warga.

    Akibat gempa tersebut, BNPB telah mencatat per 14 Oktober 2019 masih ada 148.619 warga yang mengungsi. Total rumah rusak di wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Kota Ambon mencapai 6.355 unit dengan rincian total rusak berat 1.273 unit, rusak sedang 1.837 dan rusak ringan 3.245.

    Untuk korban meninggal tercatat 41 jiwa dan korban yang terluka sebanyak 1.602.

    Saat ini Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat masih melakukan upaya penanganan darurat, sedangkan Provinsi Maluku dan Kota Ambon sudah melakukan upaya-upaya transisi darurat ke pemulihan.

    Masyarakat, mahasiswa dan pemuda serta seluruh elemen masyarakat Maluku saat ini masih menggalang dana untuk membantu korban yang terkena dampak gempa.

    Banyak juga masyarakat Maluku yang mendoakan agar gempa yang telah meresahkan ini agar segera berakhir. (KT/12/Red)



    Baca Juga

    loading...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Fenomena Banyak Hewan Laut Mati, BNPB Sebut Itu Akibat Upwelling Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    loading...
    Scroll to Top