• Headline News

    Jumat, 16 Maret 2018

    Batal Merayakan Masuknya Agama Khatolik Di Tanah Karon, Rombongan Uskup Dihadang Kayu Palang


    Manokwari, Kompastimur.com
    Rombongan Uskup Manokwari-Sorong yang hendak bertolak menuju Distrik Senopi Kabupaten Tambrauw terpaksa berbalik arah karena dihadang kayu palang di Kampung Meitefa Distrik Sidey Manokwari. 

    Uskup Hilarion Datus Lega yang memenuhi undangan perayaan HUT masuknya Agama Katholik di Jazirah Karon dan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santo Yosep Senopi memilih kembali ke Kota Manokwari setelah proses mediasi Satuan Lalu Lintas Polres Manokwari tidak menemui kata sepakat. 

    Ketua Panitia Peresmian Gereja Santo Yosep dan Perayaan HUT masuknya ajaran Agama Khatolik Metho Baru Baru mengatakan dirinya sangat menyayangkan kondisi pemalangan ini,  padahal persiapan sudah mencapai 99 persen.

    " Setiap tanggal 16 Maret merupakan momentum penting bagi Warga Khatolik di Jazirah Karon,  dan Tahun perayaan masuknya Agama Khatolik yang ke 69 Perayaan emas namun pemalangan jalan ini mengubah semua hal," katanya.

    Lanjut kata Baru,  Uskup Manokwari-Sorong yang didatangkan pun batal mengikuti perayaan penting itu,  sebab bersama dengan rombongan warga Khatolik domisili Manokwari menuju ke Dsitrik Senopi namun dihadang oleh pemalangan keluarga yang berduka akibat laka lantas. 

    " Kita memahami kondisi duka namun apakah tidak ada rasa empati dengan adanya rombongan yang hendak mengikuti perayaan tersebut, " tuturnya.

    Sementara Warga Senopi yang domisili Manokwari Frengky Teniwut mengungkapkan kekecewaan yang mendalam terhadap pemalangan jalan trans Papua Barat yang merupakan satu-satunya akses transportasi menuju Kabupaten Tambrauw. 

    " Upaya mediasi kita sudah lakukan termasuk ada upaya dari Kepolisian yang dibantu oleh TNI namun warga tetap pada pendirian, padahal kita memohon kiranya diberi ruang," kata Frengky. 

    Pantauan media di lapangan,  pemalangan jalan itu menggunakan kayu balok kemudian dipaku,  kerabat korban mengerumuni pihak kepolisian yang hendak melakukan mediasi. Pemalangan itu buntut dari kecelakaan lalu lintas antara Mobil Truk dan sepeda motor  yang menewaskan pengendara tak terima dengan meninggalnya korbang. Pihak keluarga lalu memasang kayu palang di jalan poros Manokwari-Tambrau-Sorong. (KT-ARA) 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Batal Merayakan Masuknya Agama Khatolik Di Tanah Karon, Rombongan Uskup Dihadang Kayu Palang Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Kompas Timur
    Scroll to Top