• Headline News

    Friday, December 29, 2017

    Sambut Tantangan Petahana Debat Soal Kemiskinan, Jubir MI Nilai Pernyataan Assagaff Salah Alamat


    Ambon, Kompastimur.com
    Tantangan debat soal kemiskinan di Maluku sebagaimana disampaikan bakal calon Gubernur Maluku, Said Assagaff kepada calon Gubernur lainnya, kini disambut baik bakal calon Gubernur Maluku, Irjen. Polisi Murad Ismail. Respon baik itu disampaikan juru bicara Murad Ismail, Azis Tunny  kepada wartawan, kemarin Kamis (28/12).

    Menurut Azis, tantangan itu justru membuat Murad Ismail (MI) akan semakin siap untuk berdebat persoalan kemiskinan di Maluku. 

    “Kita sangat siap untuk debat, namun saya kira semua itu ada saatnya. Sebab, debat politik itu juga masuk dalam tahapan yang dijadwalkan oleh komisi pemilihan umum (KPU), bahkan didalam UU pemilu itu waktunya ada. Jadi, kita tunggu saja sampai waktunya tiba,” ujar Azis.

    Azis menilai, tantangan soal debat kemiskinan Maluku yang disampaikan bakal calon petahana itu salah alamat. Sebab, sebelum mengeluarkan statetmen tersebut, petahana mestinya lebih dulu melakukan klarifikasi kepada masyarakat soal realitas kemiskinan di Maluku.

    “Petahana mulai panik, apa yang mau didebatkan tentang kemiskinan Maluku. Kita tahu sendiri, masyarakat Maluku masih banyak yang hidup dibawa garis kemiskinan dan itu sudah terbukti dan terdata secara sah oleh Negara melalui Badan Pusat Statistik (BPS),” jelasnya.

    Menurutnya, tantangan menunjukan rasa kekhawatiran yang kuat didalam kubu petahana dalam menghadapi isu kemiskinan Maluku yang kerap diperbincangkan, dimana Maluku sendiri menempati urutan ketiga termiskin di Indonesia.

    “Data BPS itu jelas, Maluku awalnya ada di urutan empat termiskin, sekarang bukan tambah naik malah menurun di posisi tiga termiskin. Olehnya itu dengan status Maluku yang seperti ini, petahana sengaja mengundang debat untuk menepis semua wacana yang ada,” pungkasnya.

    Menyinggung soal pernyataan petahana terhadap hasil surveinya masih tinggi melebihi semua kandidat yang ada, Azis mengatakan, survey untuk petahana dilakukan dengan lembaga survey MMS, yang mana merupakan lembaga survey lokal, menurutnya hasil tersebut hanya bersifat klaim-klaim semata.

    “Saya ini juga kenal dengan MMS, sangat wajar kalau mereka menyatakan incumbent memiliki survey tertinggi. Karena kita ketahui sendiri bahwa MMS sudah sangat dekat dengan petahana sejak lama,” bebernya.

    Dikatakannya, dalam waktu dekat ini, Lembaga Survei Indonesia (LSI) akan merilis hasil surveinya yang telah dilakukan. LSI itu telah diakui dengan prestasinya, jadi tidak ada unsure asal klaim dari hasil LSI. Sehingga tunggu saja rilis survey yang akan dikeluarkan oleh LSI nanti agar jangan asal klaim.

    “LSI itusudah diakui, mereka lembaga survey nasional, dan saya kira pernyataan yang dikeluarkan oleh LSI dari hasil survey tentang Maluku menginginkan pemimpin baru itu, adalah fakta yang ditemui di lapangan,” jelasnya.

    Soal pernyataan Assagaff tentang dirinya bisa dikalahkan hanya dengan melakukan kecurangan oleh lawan politiknya, Azis menegaskan bahwa tanpa sadar petahana telah menampar dirinya sendiri. Karena yang punya potensi lakukan upaya kecurangan di Pilkada adalah seorang Incumben. Sebab, Petahanalah yang paling dekat dengan sistem yang ada.


    “Incumbent itu, menahan semua birokrasi di Maluku, jadi sangat berpotensi besar melakukan kecurangan dengan mengarahkan kekuasaanya demi mencapai kemenangan. Jadi saya kira itu adalah kata-kata tamparan bagi diri sendiri. Karena petahana itu yang paling menguasai sistem," pungkasnya. (KT-SH)



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Sambut Tantangan Petahana Debat Soal Kemiskinan, Jubir MI Nilai Pernyataan Assagaff Salah Alamat Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Kompas Timur
    Scroll to Top