Penerbangan di AS Berisiko Dipangkas Akibat Shutdown!

Ide Investasi74 Dilihat

Implikasi Shutdown Pemerintah AS terhadap Industri Penerbangan

Shutdown pemerintah yang telah berlangsung selama 38 hari di Amerika Serikat telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk industri penerbangan. Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, telah menyatakan bahwa maskapai bisa memangkas hingga 20% penerbangan jika penutupan pemerintahan tidak segera berakhir. Peringatan ini memberikan gambaran tentang betapa seriusnya situasi yang sedang terjadi.

Pengaruh Penutupan Pemerintahan terhadap Jadwal Penerbangan

Saat ini, maskapai di seluruh AS sedang melakukan penyesuaian besar-besaran akibat pengurangan jadwal yang diberlakukan pemerintah. Otoritas Penerbangan Federal (FAA) telah memerintahkan maskapai untuk memangkas 4% penerbangan pada Jumat di 40 bandara utama, sebagai dampak langsung dari penutupan pemerintahan. Jumlah pemotongan ini diperkirakan akan meningkat menjadi 10% pada 14 November.

Absensi petugas pengatur lalu lintas udara pada Jumat juga menyebabkan FAA menunda ratusan penerbangan di 10 bandara utama, termasuk Atlanta, San Francisco, Houston, Phoenix, Washington D.C., dan Newark. Hingga pukul 19.30 ET, lebih dari 5.300 penerbangan telah tertunda berdasarkan situs pelacakan penerbangan FlightAware. Di Bandara Reagan Washington National, rata-rata penundaan mencapai empat jam, dengan 17% penerbangan dibatalkan dan hampir 40% mengalami keterlambatan.

Dampak pada Petugas Pengatur Lalu Lintas Udara dan Keamanan Bandara

Selama penutupan pemerintahan, sekitar 13.000 petugas pengatur lalu lintas udara dan 50.000 petugas keamanan bandara terpaksa bekerja tanpa bayaran, menyebabkan tingkat ketidakhadiran yang tinggi. Banyak petugas telah menerima pemberitahuan bahwa mereka tidak akan digaji pada periode pembayaran berikutnya. Situasi ini telah memicu kekhawatiran terhadap keamanan dan kelancaran operasi di bandara.

READ  Rupiah Menguat, Dolar AS Melemah di Awal Pagi

Pemerintahan Trump terus menekan Partai Demokrat untuk menyetujui proposal anggaran versi Partai Republik guna membuka kembali pemerintah federal. Ancaman gangguan besar pada sistem penerbangan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan tekanan politik tersebut. Demokrat menilai Partai Republik bertanggung jawab atas penutupan karena menolak kompromi ihwal subsidi asuransi kesehatan.

Langkah-langkah yang Diambil oleh Maskapai

Maskapai besar seperti American Airlines, Delta, Southwest, dan United telah mulai memberlakukan pemangkasan penerbangan hingga 20% sebagai respons terhadap situasi ini. Pemangkasan ini telah berlaku sejak pukul 06.00 ET dan dijadwalkan akan naik menjadi 6% pada Selasa, sebelum mencapai 10% pada 14 November jika pemerintah belum dibuka.

Gubernur New York, Kathy Hochul, telah mengunggah foto papan informasi bandara yang penuh dengan pembatalan penerbangan. “Shutdown GOP telah membuat Amerika berhenti tepat menjelang musim liburan!” tulisnya, menggambarkan betapa parahnya situasi yang sedang terjadi.

Kesimpulan

Shutdown pemerintah di Amerika Serikat telah mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap industri penerbangan. Maskapai telah terpaksa memangkas jadwal penerbangan mereka dan menghadapi tantangan dalam menjaga operasionalnya. Sementara itu, petugas pengatur lalu lintas udara dan keamanan bandara juga mengalami tekanan akibat ketidakpastian yang ditimbulkan oleh penutupan pemerintahan.

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas pemerintahan dalam menjaga kelancaran berbagai sektor ekonomi, termasuk industri penerbangan. Harapannya, penutupan pemerintahan ini segera berakhir agar semua pihak dapat kembali beroperasi dengan normal dan menghindari gangguan yang lebih besar di masa depan.

Sumber: Detik.com

(ily/hns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *