Proyek Kilang Tuban: Pertamina Tetap Bersama Rosneft Meski Terkena Sanksi AS
Proyek Kilang Tuban tetap menjadi sorotan publik mengingat kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi asal Rusia, Rosneft. Meskipun Rosneft menerima sanksi dari Amerika Serikat (AS), namun Pertamina tetap setia dengan mitranya tersebut.
Kerjasama yang Terus Berlanjut
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa kerja sama dengan Rosneft masih berjalan lancar. “Sejauh ini masih dengan partner yang lama ya,” ujarnya.
Pertamina saat ini sedang memasuki tahap Final Investment Decision (FID) Kilang Tuban. Hasil dari FID ini akan menentukan apakah proyek Kilang Tuban dapat dilanjutkan atau ada rencana lainnya.
Proses FID dan Target Waktu
Proses FID Kilang Tuban diperkirakan akan selesai pada bulan Desember 2025. Simon menjelaskan, “FID kemungkinan kita melihat awal Desember ya. Kita akan update lagi.”
Dampak Sanksi AS
Meski Rosneft terkena sanksi dari AS, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa hal ini tidak akan berdampak pada pembangunan Kilang Tuban. “Tenang saja, banyak jalan menuju surga. Jangan terlalu khawatir berlebihan ya. Kita sudah siasati,” kata Bahlil.
Perkembangan Terbaru
Perkembangan terbaru terkait proyek Kilang Tuban akan terus di-update oleh Pertamina. Informasi lebih lanjut akan disampaikan pada kesempatan yang lain.
Kesimpulan
Proyek Kilang Tuban menjadi perhatian khusus dalam industri energi. Kerja sama antara Pertamina dan Rosneft terus berjalan meski ada hambatan-hambatan yang dihadapi. Semoga proyek ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak dan juga bagi Indonesia.
(igo/hns)










