Rekor Neraca Perdagangan RI: Surplus 60 Bulan Terus, Namun Nilai Menurun

Ide Investasi387 Dilihat

Neraca Perdagangan Indonesia: Surplus 60 Bulan Berturut-turut

Pendahuluan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus pada April 2025. Neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar US$ 160 juta. Artinya, neraca perdagangan barang Indonesia telah mengalami surplus selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus Komoditas Non Migas

Surplus pada April 2025 lebih ditopang oleh surplus komoditas non migas sebesar US$ 1,51 miliar. Komoditas penyumbang surplus utamanya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati, serta besi dan baja. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini.

Defisit Komoditas Migas

Sementara itu, neraca perdagangan komoditas minyak dan gas (migas) tercatat defisit sebesar US$ 1,35 miliar. Komoditas penyumbang defisitnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.

Neraca Perdagangan Januari-April 2025

Neraca perdagangan bulan Januari hingga April 2025 tercatat surplus sebesar US$ 11,07 miliar. Surplus sepanjang periode tersebut lebih ditopang oleh surplus komoditas non migas sebesar US$ 17,26 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar US$ 6,19 miliar.

Pertumbuhan Ekspor

Perkembangan ekspor Indonesia pada April 2025 mencapai US$ 20,74 miliar, naik 5,76% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan menjadi penopang utama, dengan pertumbuhan signifikan pada ekspor minyak kelapa sawit, logam dasar besi, kimia dasar organik, nikel, serta semikonduktor.

Lonjakan Ekspor Mesin dan Perlengkapan Elektrik

Salah satu komoditas yang mencatat lonjakan tajam adalah mesin dan perlengkapan elektrik yang naik 59,67% dan memberi kontribusi 3,01% terhadap ekspor pada April 2025.

Tekanan Dari Sisi Impor

Meskipun terjadi peningkatan ekspor, tekanan berat datang dari sisi impor. Nilai impor pada April 2025 melonjak 21,84% menjadi US$ 20,59 miliar, dengan impor nonmigas tumbuh tajam 29,86% ke US$ 18,07 miliar. Sementara itu, impor migas justru turun 15,57% ke US$ 2,52 miliar.

READ  Prediksi Tingkat Inflasi Filipina: Antara 0,9% dan 1,7% untuk Bulan Mei

Impor RI Januari-April 2025

Secara total, impor RI selama Januari-April 2025 tercatat US$ 76,29 miliar, naik 6,27% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan nilai impor tertinggi terjadi dengan Tiongkok, Jepang, dan ASEAN selain Thailand. Sementara Thailand dan Uni Eropa mengalami penurunan.

Kesimpulan

Neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus selama 60 bulan berturut-turut menunjukkan kinerja yang positif dalam perdagangan internasional. Meskipun terdapat tekanan dari sisi impor, pertumbuhan ekspor yang solid menjadi faktor penopang penting bagi ekonomi Indonesia. Diperlukan upaya untuk terus mengoptimalkan potensi ekspor dan mengendalikan impor guna menjaga stabilitas neraca perdagangan di masa mendatang.

Referensi:

  • detik.com
  • Badan Pusat Statistik (BPS)

    Penulis:
    (ada/rrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *