Redenominasi Rupiah: Solusi Efektif Mencegah Korupsi dan Meningkatkan Penerimaan Pajak
Pengantar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah resmi memasukkan kebijakan redenominasi rupiah ke dalam agenda strategis pemerintah. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, namun apakah redenominasi benar-benar solusi efektif untuk mencegah korupsi dan meningkatkan penerimaan pajak? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Redenominasi Rupiah?
Redenominasi rupiah merupakan kebijakan penyederhanaan nilai mata uang yang dilakukan dengan cara mengubah nilai nominal uang. Dalam hal ini, Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan agar nilai rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1. Hal ini bertujuan untuk membuat transaksi lebih transparan dan digital, serta meningkatkan efisiensi ekonomi nasional.
Pendapat Para Ekonom
Ekonom Benny Batara menyambut baik rencana redenominasi rupiah ini. Menurutnya, redenominasi dapat efektif mencegah korupsi dan meningkatkan penerimaan pajak karena transaksi akan menjadi lebih terkontrol. Benny juga menegaskan bahwa redenominasi tidak akan menyebabkan inflasi dan justru akan mendorong efisiensi ekonomi nasional.
Dampak Redenominasi Terhadap Masyarakat
Meskipun redenominasi rupiah dapat membawa manfaat bagi pemerintah dalam hal penerimaan pajak, namun bagaimana dampaknya terhadap masyarakat? Beberapa orang khawatir bahwa redenominasi akan menyebabkan kenaikan harga barang, namun Benny Batara memberikan contoh bahwa dengan adanya sistem pembayaran digital seperti QRIS, pembulatan harga menjadi lebih mudah.
Perkembangan Redenominasi Rupiah
Rencana redenominasi rupiah sebelumnya pernah muncul namun menghilang. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan terjadinya inflasi. Namun, dengan perkembangan teknologi dan sistem pembayaran saat ini, redenominasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan masalah inflasi. Benny Batara menegaskan bahwa setiap orang akan semakin sulit melakukan korupsi dengan adanya redenominasi.
Kesimpulan
Dengan demikian, redenominasi rupiah dapat menjadi solusi efektif untuk mencegah korupsi dan meningkatkan penerimaan pajak. Meskipun terdapat pro dan kontra di masyarakat, namun dengan perkembangan teknologi dan sistem pembayaran yang ada saat ini, redenominasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan masalah inflasi. Semoga kebijakan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian Indonesia.












