Mengungkap Hilirisasi: Kunci Menuju Indonesia Emas 2045 Menurut Riset FEB UI

Ide Investasi555 Dilihat

Hilirisasi Industri Tambang: Optimalisasi Sumber Daya Alam Indonesia untuk Masa Depan

Indonesia terus melangkah maju dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya melalui program hilirisasi industri tambang. Hingga tahun 2024, program ini telah menghasilkan dampak yang signifikan dalam membangun ekonomi berbasis nilai tambah, dengan fokus pada komoditas tembaga, bauksit, dan pasir silika.

Program Hilirisasi: Landasan Menuju Indonesia Emas 2045

Hilirisasi industri tambang, khususnya tembaga, bauksit, dan pasir silika, menjadi prasyarat bagi sektor industri pengolahan untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Hal ini diungkapkan dalam riset Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yang berjudul ‘Kajian Dampak Hilirisasi Industri Tambang terhadap Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan: Tembaga, Bauksit, dan Pasir Silika’.

Menurut Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PEBS FEB UI), Nur Kholis, “Syarat cukupnya agar sektor industri pengolahan dapat mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045 adalah penggunaan produk hasil dari pengolahan smelter, untuk di hilirisasi kembali sebagai input dalam pengembangan produk yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi lagi di dalam negeri sampai kepada produk akhir.”

Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Hilirisasi

Nur Kholis menekankan pentingnya hilirisasi dalam mendorong kemandirian ekonomi Indonesia. Dengan menghasilkan produk bernilai tambah di dalam negeri, hilirisasi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memastikan sumber daya alam memberikan manfaat maksimal untuk bangsa.

READ  Pertamina Berencana Menggarap Blok Migas di Suriname

Produk bernilai tambah seperti katoda tembaga, alumina, dan produk berbasis pasir silika seperti kaca dan keramik, hingga ke depan adalah panel surya dan semikonduktor, kini mulai diproduksi di dalam negeri. Langkah ini menjadi strategis untuk memperkuat struktur industri nasional dan membuka peluang ekonomi baru.

Dampak Positif Hilirisasi di Tingkat Lokal

Dampak dari hilirisasi tembaga, bauksit, dan pasir silika telah mulai dirasakan di daerah-daerah seperti Kabupaten Gresik (Jawa Timur), Kabupaten Mempawah (Kalimantan Barat), dan Kabupaten Batang (Jawa Tengah). Pembangunan smelter menjadi motor penggerak ekonomi lokal, meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan pendapatan daerah, serta menciptakan ribuan lapangan kerja.

Pendapatan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang terkait dengan hilirisasi juga meningkat melalui Dana Bagi Hasil (DBH) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan ini dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur publik yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tantangan dan Langkah Strategis dalam Hilirisasi

Meskipun hilirisasi memberikan dampak positif, program ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut termasuk keterbatasan infrastruktur dan teknologi, keterbatasan tenaga kerja terampil, permintaan pasar yang fluktuatif, dan dampak negatif terhadap lingkungan.

Nur Kholis menekankan perlunya langkah strategis dalam menghadapi tantangan tersebut, seperti pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan teknologi, penerapan teknologi ramah lingkungan, diversifikasi produk, dan penguatan kerjasama internasional.

“Hilirisasi industri tambang, khususnya tembaga, bauksit, dan pasir silika, perlu terus didorong untuk menerapkan teknologi yang ramah lingkungan di seluruh fasilitas pengolahan mineral tambang. Pengelolaan limbah yang efektif harus menjadi bagian yang terintegrasi dari pelaksanaan hilirisasi,” pungkas Nur Kholis.

Kesimpulan

Dengan terus mendorong program hilirisasi industri tambang, Indonesia dapat memperkuat struktur industri nasional, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memastikan sumber daya alam memberikan manfaat maksimal untuk bangsa. Langkah-langkah strategis dalam mengatasi tantangan hilirisasi akan memastikan keberlanjutan program ini dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Indonesia.

READ  Tanggal Keberangkatan Favorit: 1,6 Juta Tiket KA Lebaran Terjual

(prf/ega)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *