Aren Mau Berubah Menjadi Bahan Bakar, Ini Rahasianya Terbongkar

Ide Investasi46 Dilihat

Bioetanol dari Aren: Inovasi Baru dalam Energi Terbarukan

Pertamina (Persero) terus mengembangkan potensi aren untuk diolah menjadi bioetanol, sejalan dengan pengembangan bioetanol dari tebu dan singkong yang sudah dilakukan. Dengan langkah ini, bioetanol dari aren diharapkan dapat menjadi bahan bakar baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pemanfaatan aren sebagai bahan baku bioetanol pertama kali diinisiasi oleh Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan. Lokasi pengembangan potensi aren ini salah satunya adalah di Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Proses kajian untuk mengubah aren menjadi bioetanol sudah dijalankan oleh Pertamina. Simon, salah satu perwakilan Pertamina, juga membuka kemungkinan penggunaan bioetanol dari aren ini pada produk Pertamax Green yang sudah ada. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam melakukan diversifikasi energi dan pengembangan energi berkelanjutan.

Aren memiliki potensi yang sangat positif sebagai sumber bioetanol. Beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan, merupakan sentra produksi gula aren. Gula aren sendiri memiliki volume produksi etanol yang lebih besar dibanding sumber lainnya, seperti gula dan jagung.

Dalam pilot project yang dilakukan oleh Pertamina NRE di Tasikmalaya dan Garut, John Anis, Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy, menyatakan bahwa aren memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan bioetanol. Diperkirakan bahwa satu hektare lahan aren dapat menghasilkan sekitar 24.000 liter bioetanol per tahun. Dengan luas lahan yang mencapai 1 juta hektare, potensi produksi bioetanol dari aren dapat mencapai 24 juta kiloliter per tahun.

Untuk memulai produksi bioetanol dari aren, diperlukan investasi yang cukup besar. John memperkirakan bahwa untuk produksi 1.000 liter bioetanol per hari, investasi awal yang dibutuhkan mencapai Rp 15-20 miliar. Namun, untuk operasionalnya setelah itu, diperlukan investasi sekitar Rp 1 miliar per tahun.

READ  Hemat Anggaran Kementerian dengan Menggunakan Metode Ini untuk Membangun Infrastruktur

Pengembangan bioetanol dari aren merupakan langkah inovatif dalam memanfaatkan sumber energi terbarukan. Dengan potensi produksi yang besar dan dampak lingkungan yang lebih baik, bioetanol dari aren diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dalam mengembangkan bioetanol dari aren, Pertamina juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan petani aren. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat lokal serta mendukung program pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan.

Sebagai salah satu perusahaan energi terkemuka di Indonesia, Pertamina terus berkomitmen untuk melakukan inovasi dalam pengembangan energi berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi aren sebagai sumber bioetanol, Pertamina memberikan kontribusi positif dalam upaya menjaga lingkungan dan menciptakan energi yang lebih ramah lingkungan.

Dengan adanya pengembangan bioetanol dari aren, diharapkan dapat membuka peluang baru dalam industri energi terbarukan di Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dengan demikian, bioetanol dari aren dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menciptakan masa depan energi yang lebih berkelanjutan. Pertamina sebagai pelopor dalam pengembangan bioetanol dari aren diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam memanfaatkan potensi energi terbarukan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *