Tim Tipu UGM Bacakan 36 Lembar Gugatan, Bukan Hanya Soal Ijazah Jokowi.

Berita284 Dilihat

Sidang Gugatan Ijazah Palsu Jokowi di PN Solo

Pada Senin, 2 Juni 2025, sidang gugatan dugaan ijazah palsu yang melibatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, akan kembali digelar di Pengadilan Negeri Solo. Sidang ini dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB.

Pembacaan Gugatan oleh Tim TIPU UGM

Tim Tolak Ijazah Palsu Usaha Gakpunya Malu (TIPU UGM) akan membacakan gugatan mereka, yang terdiri dari 36 lembar, secara bergantian dalam sidang tersebut. Perwakilan Tim TIPU UGM, M Taufiq, mengungkapkan persiapannya untuk sidang pagi ini.

Kesulitan dalam Persidangan

Meskipun ijazah S1 Jokowi yang dikeluarkan oleh UGM telah dinyatakan identik oleh Bareskrim Mabes Polri, gugatan yang dilayangkan oleh Tim TIPU UGM ke PN Solo dianggap tidak mudah. Taufiq menegaskan bahwa pembacaan gugatan sebanyak 36 lembar akan dilakukan secara penuh dan bergantian dalam persidangan.

Upaya Pendidikan Politik Melalui Jalur Hukum

Penyelenggaraan sidang gugatan ini juga merupakan upaya untuk melakukan pendidikan politik melalui jalur hukum. Pembacaan gugatan secara penuh bertujuan agar masyarakat memahami bahwa yang dipermasalahkan bukan hanya keaslian ijazah Jokowi, tetapi juga proses pendaftarannya.

Gugatan Terhadap SMAN 6 dan UGM

Taufiq juga menyatakan bahwa gugatan mereka tidak hanya terhadap Jokowi, tetapi juga terhadap SMAN 6 dan UGM. Mereka meminta pihak tergugat untuk menunjukkan kesesuaian ijazah yang dipegang Jokowi dengan yang dikeluarkan pada tahun kelulusannya.

Kejutan dalam Sidang

Selain itu, Taufiq dan timnya juga telah menyiapkan kejutan dengan melibatkan pihak ketiga dari salah satu lembaga negara. Kejutan ini akan diungkapkan dalam sidang besok.

READ  Legenda Timnas Indonesia: Patrick Kluivert Sebanding dengan Shin Tae-yong

Kesimpulan

Dengan berbagai persiapan dan upaya yang dilakukan oleh Tim TIPU UGM, sidang gugatan ijazah palsu Jokowi di PN Solo diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai proses pendidikan Jokowi dari SMA hingga kuliah di UGM. Hal ini juga diharapkan dapat membuka transparansi dalam proses pendaftaran calon presiden di masa mendatang.

Sumber: TribunSolo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *