Skandal! Mahasiswa S2 Keuangan Ditipu Rp 2,14 Miliar

Ide Investasi107 Dilihat

Mengungkap Kasus Penipuan Mahasiswa di Hong Kong

Pendahuluan

Penipuan lewat sambungan telepon kembali membuat geger di Hong Kong. Seorang mahasiswa pasca-sarjana keuangan menjadi korban penipuan yang mengakibatkan kerugian hingga lebih dari US$ 128.652 atau sekitar Rp 2,14 miliar. Kasus ini menjadi salah satu dari 1.700 laporan penipuan sejenis yang melibatkan mahasiswa sepanjang tahun ini di Hong Kong.

Kronologi Kasus

Menurut laporan dari South China Morning Post, polisi setempat mengungkapkan bahwa korban terakhir adalah seorang mahasiswa China yang sedang menempuh tahun pertama program Magister Keuangan di Universitas Politeknik (PolyU). Kejadian penipuan terjadi pada tanggal 20 Agustus lalu.

Korban menjadi lengah setelah mendapatkan panggilan video dari seorang penipu yang mengaku sebagai staf keamanan publik. Penipu berhasil meyakinkan korban bahwa ia terlibat dalam suatu kasus penipuan. Penipu kemudian membujuk korban untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening yang ditunjuk untuk ‘penyelidikan’. Kerugian korban akhirnya melebihi HK$1 juta.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Mereka pun memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada orang lain, meskipun orang tersebut mengenakan seragam polisi atau menunjukkan surat perintah penangkapan.

Penipuan Melalui Panggilan Telepon

Penipuan melalui panggilan telepon atau video call semakin marak terjadi di berbagai negara, termasuk Hong Kong. Modus operandi penipuan semakin berkembang dan menargetkan kelompok tertentu, seperti mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri.

Tips Menghindari Penipuan

  1. Jangan mudah percaya pada orang asing, terlebih jika mereka meminta transfer dana secara tidak langsung.
  2. Verifikasi identitas orang yang menghubungi Anda sebelum melakukan tindakan apapun.
  3. Jika merasa curiga, segera hubungi pihak berwenang untuk memverifikasi informasi yang diterima.

    Kesimpulan

    Penipuan yang menggunakan modus panggilan telepon atau video call semakin meresahkan masyarakat, terutama di Hong Kong. Kasus penipuan terhadap mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi secara online. Semoga kasus ini segera terungkap dan pelaku dapat ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    Sumber: (hal/fdl)

    Tentang Penulis:

    Penulis adalah seorang jurnalis independen yang memiliki minat dalam bidang keamanan digital dan penipuan online. Dengan pengalaman yang dimiliki, penulis berusaha menyajikan informasi yang relevan dan bermanfaat bagi pembaca.

READ  IHSG Jatuh ke 7.030, Memburuk di Zona Merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *