Serangan Ukraina Terhadap Pangkalan Udara Rusia: 40 Pesawat Pengebom Hancur Sehari Jelang Pembicaraan Damai

Berita298 Dilihat

Serangan Militer Ukraina ke Pangkalan Udara Rusia: Sukses atau Gagal?

Pengumuman Kesuksesan Serangan Militer Ukraina

Pada Minggu 1 Juni 2025, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengumumkan kesuksesan tim militer mereka dalam menyerang pangkalan udara Rusia. Hal ini terjadi menjelang pertemuan antara kedua negara di Istanbul, Turki, untuk membahas kesepakatan damai.

Detail Serangan Militer Ukraina

Ukraina mengklaim mampu menembus pertahanan udara Rusia dengan mengerahkan pesawat nirawak secara massal ke empat markas udara Rusia. Mereka menyebut telah berhasil menghancurkan 40 pesawat pengebom strategis milik musuh.

Reaksi dan Klaim Ukraina

SBU menyatakan bahwa pesawat pengebom strategis musuh terbakar secara massal di Rusia. Mereka menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari operasi khusus skala besar yang menargetkan pesawat-pesawat milik Rusia. Lebih dari 40 pesawat disebut telah terkena serangan.

Operasi “Jaring Laba-laba” (Pavutyna)

Operasi yang dinamakan “Jaring Laba-laba” dilakukan oleh Ukraina selama satu setengah tahun untuk persiapan. Mereka menargetkan empat lapangan udara di Rusia, termasuk Dyagilevo, Ivanovo, Belaya, dan Olenya. Operasi ini melibatkan penyelundupan drone ke wilayah Rusia dan meluncurkannya dari jarak jauh.

Reaksi Presiden Ukraina

Presiden Ukraina, Zelenskyy, menyatakan bahwa mereka melakukan segala upaya untuk melindungi kemerdekaan, negara, dan rakyat mereka. Serangan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pertahanan negara.

Persiapan dan Pengembangan Teknologi Ukraina

Pada Maret sebelumnya, Ukraina mengumumkan pengembangan pesawat tak berawak baru dengan jangkauan hingga 3.000 kilometer. Mereka tidak memberikan rincian tentang jenis atau ukuran hulu ledaknya, namun hal ini menunjukkan kemajuan teknologi militer Ukraina.

READ  Polisi Memburu Pelaku Penusukan Pemain Sinetron Mak Lampir Sandy Permana

Reaksi dan Pertemuan Kedua Ukraina dan Rusia

Serangan ini terjadi menjelang pertemuan kedua antara pejabat Ukraina dan Rusia di Istanbul. Pertemuan tersebut dijadwalkan pada Senin, 2 Juni untuk membahas isu-isu penting antara kedua negara.

Kesimpulan

Serangan militer Ukraina ke pangkalan udara Rusia menimbulkan pro dan kontra di masyarakat internasional. Ukraina mengklaim kesuksesan dalam operasi mereka, namun Rusia mungkin memiliki versi berbeda tentang kejadian tersebut. Perseteruan antara kedua negara ini terus berlangsung, dan masa depan hubungan mereka masih menjadi tanda tanya.

Sumber: Warta Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *