Revitalisasi Energi: DME Sebagai Alternatif LPG, Danantara Siap Menghadirkan Peluang Kolaborasi

Ide Investasi61 Dilihat

Proyek Gasifikasi Batu Bara Menjadi DME: Solusi Pengganti LPG yang Diharapkan Rampung pada 2026

Pemerintah Indonesia tengah mempercepat proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai alternatif pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) yang saat ini sedang berjalan. Diharapkan proyek ini dapat selesai pada tahun 2026.

Evaluasi Mendalam Terhadap Proyek Hilirisasi

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap 18 dokumen pra-feasibility study (FS) proyek hilirisasi. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah proyek DME yang telah diserahkan oleh Satgas Hilirisasi.

Salah satu hal yang menjadi fokus dalam evaluasi proyek ini adalah masalah teknologi. Dengan memastikan teknologi yang digunakan adalah yang terkini dan efisien, diharapkan proyek ini tidak akan mengalami kendala yang menyebabkan kegagalan.

Rosan menegaskan, "Kita juga memastikan dulu untuk teknologinya, teknologi yang kita utamakan adalah yang up to date juga dan yang paling efisien lah." Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan kesuksesan proyek hilirisasi ini.

Skema Investasi dan Pengembangan Industri DME

Rosan enggan memberikan informasi rinci mengenai skema investasi yang akan dilakukan Danantara. Namun, ia menyatakan bahwa Danantara memiliki kemampuan untuk berinvestasi secara langsung ke proyek DME.

Rencananya, pemerintah berencana untuk mengembangkan industri DME di beberapa daerah potensial seperti Bulungan, Kalimantan Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Kota Baru, Kalimantan Selatan, Muara Enim, Pali, dan Banyuasin di Sumatera Selatan. Total nilai investasi untuk pengembangan seluruh proyek DME diperkirakan mencapai Rp 164 triliun dan diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi 34.800 pekerja.

Proyek pengembangan DME ini termasuk dalam 18 proyek hilirisasi strategis yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil, menyebutkan kemungkinan teknologi yang akan digunakan dalam proyek DME ini berasal dari Eropa dan China. Namun, keputusan akhir mengenai teknologi yang akan digunakan tetap berada di tangan Danantara.

READ  Timnas Indonesia: Bersatu sebagai Satu Tim dengan Pemain Lokal dan Diaspora, Patrick Kluivert Menegaskan

Kesimpulan

Dengan adanya proyek gasifikasi batu bara menjadi DME, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada LPG dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai investasi.

Proses evaluasi yang dilakukan oleh pihak terkait menunjukkan komitmen yang kuat dalam memastikan kesuksesan proyek ini. Dengan adanya pengembangan industri DME di beberapa daerah potensial, diharapkan Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam industri energi alternatif di masa depan.

Dengan mempertimbangkan faktor teknologi, investasi, dan pengembangan industri, proyek gasifikasi batu bara menjadi DME diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Semoga proyek ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *