Pertamina Membantah Klaim Gas Melon Berubah Warna Menjadi Pink, Ungkap Foto Lama yang Beredar di Medsos

Berita423 Dilihat

Gas Elpiji 3 kg: Fakta Terbaru dan Penjelasan dari Pertamina

Apakah Anda pernah mendengar kabar tentang gas elpiji 3 kg yang berubah warna menjadi pink non-subsidi? Kabar tersebut belakangan ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namun, jangan terburu-buru percaya karena PT Pertamina Patra Niaga telah memberikan penjelasan resmi terkait hal ini.

Bantahan dari PT Pertamina Patra Niaga

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Produk Bright Gas saat ini hanya tersedia dalam dua kemasan, yaitu 5,5 kg dan 12 kg. Heppy juga menjelaskan bahwa foto yang beredar tentang tabung LPG 3 kg pink non-subsidi kemungkinan besar diambil pada tahun 2018 saat Pertamina melakukan uji pasar varian baru elpiji Bright Gas ukuran 3 kg.

Uji Pasar Bright Gas 3 kg

Pada awal tahun 2018, Pertamina melakukan uji pasar Bright Gas 3 kg di Jakarta sebanyak 2.000 tabung dan di Surabaya 1.000 tabung. Namun, saat ini produk Bright Gas hanya tersedia dalam kemasan 5,5 kg dan 12 kg.

Perubahan Penjualan Gas Elpiji 3 kg

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengubah pengecer LPG 3 kg menjadi pangkalan resmi, mulai 1 Februari 2025. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, meminta para pengecer untuk mendaftarkan diri menjadi pangkalan resmi. Hal ini dilakukan untuk mencegah harga LPG 3 kg yang lebih mahal daripada harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

READ  Inspirasi dari Figur Ekstremis Menyulut Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Langkah Transisi dari Pengecer ke Pangkalan Resmi

Waktu transisi dari pengecer menjadi pangkalan resmi yang disediakan adalah satu bulan. Langkah ini diambil agar distribusi LPG 3 kg menjadi lebih tercatat sehingga pemerintah bisa mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih akurat.

Gas Elpiji 3 kg Langka

Belakangan ini, gas elpiji 3 kg dilaporkan langka di beberapa daerah. Beberapa ibu rumah tangga bahkan mulai mengamuk karena sulitnya mendapatkan gas elpiji tersebut. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah dan Pertamina untuk mengoptimalkan distribusi gas elpiji 3 kg.

Penutup

Dari penjelasan yang diberikan oleh PT Pertamina Patra Niaga dan kebijakan dari Kementerian ESDM, kita dapat memahami bahwa perubahan dalam penjualan gas elpiji 3 kg sedang dalam proses untuk meningkatkan distribusi yang lebih efisien dan terkontrol. Mari kita bersama-sama mendukung langkah-langkah ini demi ketersediaan gas elpiji yang lebih baik bagi masyarakat.

Sumber: Warta Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *