Perang Dagang Merugikan, Ekspor Korsel Turun Drastis!

Ide Investasi308 Dilihat

Ekspor Korea Selatan Melemah, Apa yang Terjadi?

Pada bulan Mei 2025, kinerja ekspor Korea Selatan mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini terjadi untuk pertama kalinya setelah empat bulan berturut-turut mengalami kenaikan. Menurut laporan dari CNBC, ekspor turun karena pengiriman ke Amerika Serikat (AS) dan China mengalami penurunan akibat konflik perdagangan global yang dipicu oleh tarif impor besar-besaran yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Penurunan Ekspor

Ekspor Korea Selatan pada bulan Mei turun sebesar 1,3% secara tahunan menjadi hanya US$ 57,27 miliar. Hal ini merupakan pukulan hebat bagi negara dengan kapasitas ekonomi terbesar keempat di Asia. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Korea Selatan, Ahn Duk-geun, menyatakan bahwa “Penurunan ekspor ke Amerika Serikat dan Tiongkok, dua pasar terbesar, menunjukkan bahwa tindakan tarif AS telah berdampak pada ekonomi global serta ekspor Korea Selatan.”

Dampak Tarif AS

Pengiriman barang Korea Selatan ke AS pada bulan Mei mengalami penurunan sebesar 8,1% dan ke China turun sebesar 8,4%. Meskipun demikian, ekspor ke Uni Eropa justru mengalami kenaikan sebesar 4,0%, sementara ekspor ke negara-negara Asia Tenggara turun sebesar 1,3%. Selain itu, ekspor ke Taiwan bahkan melonjak sebesar 49,6%.

Kinerja Sektor Semikonduktor

Ekspor semikonduktor Korea Selatan berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 21,2% berkat permintaan yang kuat akan chip memori canggih. Namun, sektor mobil mengalami penurunan sebesar 4,4% akibat tarif AS dan produksi di pabrik baru Hyundai Motor di negara bagian Georgia, AS.

Perkiraan Penurunan

Meskipun terjadi penurunan kinerja ekspor pada bulan Mei, namun penurunan tersebut lebih ringan dari perkiraan dalam jajak pendapat ekonom Reuters yang mencapai 2,7%. Di sisi lain, impor Korea Selatan juga mengalami penurunan sebesar 5,3% menjadi US$ 50,33 miliar, sehingga neraca perdagangan bulanan mencapai surplus sebesar US$ 6,94 miliar, yang merupakan surplus terbesar sejak Juni 2024.

READ  Kemitraan UMKM dengan Badan Gizi: Makan Gratis dan Modal Rp 500 Juta

Situasi Perdagangan Global

China dan Amerika Serikat sepakat pada pertengahan Mei untuk gencatan senjata selama 90 hari, yang berhasil mengurangi tarif mereka terhadap satu sama lain. Namun, Trump pada hari Jumat menuduh Beijing melanggar perjanjian tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan yang lebih keras. Dia juga mengatakan akan menggandakan tarif global untuk baja dan aluminium menjadi 50%.

Demikianlah situasi ekspor Korea Selatan pada bulan Mei 2025. Dampak dari konflik perdagangan global yang dipicu oleh tarif impor besar-besaran telah mempengaruhi kinerja ekspor negara ginseng ini. Semoga situasi perdagangan global dapat segera membaik demi kepentingan bersama.

(acd/acd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *