Penurunan Harga BBM dan Cabai: Mengapa Masyarakat Mengalami Kesulitan?

Ide Investasi371 Dilihat

Deflasi di Indonesia: Dampak Penurunan Daya Beli Terhadap Ekonomi

Pada bulan Mei 2025, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,37% secara bulanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa deflasi ini disebabkan oleh turunnya harga komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia.

Penurunan Harga dan Pelemahan Daya Beli

Senior Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menjelaskan bahwa penurunan harga tersebut tidak selalu merupakan tanda ekonomi yang sehat. Sebaliknya, hal tersebut bisa mencerminkan adanya pelemahan daya beli masyarakat. Menurutnya, jika harga turun tanpa diikuti oleh peningkatan permintaan, hal itu menunjukkan adanya masalah dalam daya beli.

Tauhid juga menyebutkan bahwa melambatnya pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 4,87% pada kuartal pertama 2025 juga menunjukkan adanya penurunan daya beli. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,89%, yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa masalah daya beli menjadi salah satu permasalahan utama dalam perekonomian saat ini.

Dampak Deflasi Berkepanjangan

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, juga menyoroti dampak deflasi berkepanjangan terhadap ekonomi. Menurutnya, deflasi yang berlangsung lama menandakan bahwa sebagian besar masyarakat menahan belanja. Hal ini bukanlah indikasi dari keberhasilan dalam mengendalikan inflasi, melainkan menunjukkan bahwa permintaan dari masyarakat tidak mengalami peningkatan.

Bhima juga menyoroti masalah lapangan kerja yang terbatas sebagai akar dari permasalahan ini. Kurangnya lapangan kerja berdampak pada tidak adanya peningkatan pendapatan secara keseluruhan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK).

READ  Pertarungan Suara Teratas Jeje Govinda melawan Hengky Kurniawan dan Gilang Dirga dalam Pilkada Kabupaten Bandung Barat

Upaya Mengatasi Penurunan Daya Beli

Untuk mengatasi penurunan daya beli masyarakat, diperlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah dan pelaku ekonomi lainnya. Salah satunya adalah dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja agar pendapatan masyarakat dapat meningkat. Selain itu, perlu juga adanya kebijakan yang mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi agar roda ekonomi dapat kembali berputar dengan baik.

Kesimpulan

Deflasi dan penurunan daya beli merupakan tantangan serius yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia saat ini. Diperlukan langkah-langkah strategis dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini. Dengan meningkatkan daya beli masyarakat, diharapkan ekonomi Indonesia dapat pulih dan tumbuh secara berkelanjutan.

Sebagai warga negara, kita juga dapat berperan aktif dalam mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah. Dengan bersama-sama bekerja keras dan bertanggung jawab, kita dapat mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi dan membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik.

Mari kita bersatu dan berkolaborasi untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi negeri ini. Terima kasih.

(aid/fdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *