Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perannya dalam Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menjadi sorotan dalam diskusi tentang utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang juga dikenal dengan sebutan Whoosh. Dalam pernyataannya, beliau menyatakan bahwa Kementerian Keuangan akan terlibat dalam negosiasi utang proyek tersebut dengan pihak China.
Negosiasi Antara Indonesia dan China
Hingga saat ini, diskusi antara pemerintah Indonesia dan China masih berlanjut terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Indonesia juga merencanakan untuk mengirimkan tim negosiasi ke China dalam waktu dekat.
Partisipasi Kementerian Keuangan
Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, “Mungkin Indonesia akan kirim tim ke China lagi kan untuk diskusi seperti apa nanti pembayaran persis.” Hal ini menunjukkan keterlibatan Kementerian Keuangan dalam proses negosiasi utang proyek tersebut.
Peran Menteri Keuangan dalam Restrukturisasi Utang
Purbaya sebelumnya mengaku senang tidak dilibatkan dalam restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Beliau menekankan pentingnya penyelesaian utang tersebut melalui pendekatan business to business (b to b).
Penegasan Purbaya terkait Penggunaan APBN
Menteri Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan bahwa ia tidak ingin menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang Kereta Cepat. Beliau meminta agar penyelesaian utang dilakukan secara bisnis oleh pihak terkait.
Kesimpulan
Dengan sikap tegas dan keterlibatan aktif dalam proses negosiasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan komitmennya dalam menjaga keuangan negara. Perannya dalam memastikan penyelesaian utang proyek tersebut melalui pendekatan yang tepat juga mencerminkan profesionalisme dan keberpihakan pada kepentingan nasional.










