Kolaborasi BPKH dengan Perusahaan Singapura untuk Membangun Ekosistem Haji Digital

Berita74 Dilihat

Memperkenalkan Teknologi Haji Digital untuk Kenyamanan dan Efisiensi Ibadah Haji dan Umrah

Pada 10 November 2025, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melakukan kolaborasi dengan perusahaan teknologi asal Singapura untuk mengembangkan ekosistem haji digital. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan panduan ibadah yang lebih interaktif dan mudah bagi para Jemaah Haji dan Umrah.

Pengembangan Solusi Berbasis AR, VR, dan AI

Pengembangan solusi ini mencakup teknologi Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI) yang akan membantu Jemaah dalam memperoleh panduan ibadah secara lebih mudah dan interaktif. CEO Buzz ARVR menyebut teknologi ini sebagai “asisten virtual” yang akan mendampingi Jemaah selama menjalankan ibadah.

Penandatanganan Perjanjian di Superdome, Jeddah

Penandatanganan perjanjian kolaborasi dilakukan di Superdome, Jeddah, saat kegiatan Hajj Expo pada 10 November 2025. Hadir dalam acara tersebut adalah Direktur Utama Buzz ARVR Beh Ee Ling dan Dewan Pengawas BPKH Heru Muara Sidik.

Menghadirkan Pengalaman Beribadah yang Tenang dan Terarah

Harry Alexander dari BPKH menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam membawa pengalaman beribadah yang lebih tenang dan terarah melalui teknologi digital yang aman dan bermanfaat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi ibadah haji dan umrah.

Manfaat Teknologi untuk Layanan Haji

Pemanfaatan teknologi yang tepat guna diharapkan dapat membuat layanan keuangan dan peribadahan haji menjadi lebih efisien dan ramah bagi para Jemaah. Melalui integrasi sistem digital, Jemaah akan dapat menjalankan ibadah secara aman, informatif, dan efisien.

READ  Pelaku Mutilasi Ngawi: Seorang Pria Angkuh yang Masih Memiliki Istri

Dampak Sosial dan Spiritual Kolaborasi Teknologi

Kolaborasi ini dianggap sebagai bentuk penerapan teknologi imersif yang memiliki dampak sosial dan spiritual. CEO Buzz ARVR, Beh Ee Ling, berharap teknologi ARVR dan AI dapat menjadi asisten virtual bagi Jemaah dalam menjalankan ibadah, membantu mereka menavigasi lokasi, memahami ritual, dan mengakses informasi dengan mudah.

Membentuk Ekosistem Haji Digital yang Berkelanjutan

Kolaborasi antara BPKH dan perusahaan teknologi ini diharapkan dapat menjadi dasar pembentukan ekosistem haji digital yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, teknologi dapat tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkuat makna dan kenyamanan dalam beribadah.

Kesimpulan

Dengan adanya kolaborasi antara BPKH dan perusahaan teknologi, pengembangan ekosistem haji digital menjadi semakin nyata. Teknologi AR, VR, dan AI akan membantu Jemaah dalam menjalankan ibadah dengan lebih mudah dan interaktif. Harapan kedepannya adalah penyelenggaraan layanan haji yang semakin terintegrasi dengan sistem digital untuk memberikan pengalaman beribadah yang lebih baik bagi para Jemaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *