Penjelasan Motif Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta
Motif Pelaku
Penjelasan mengenai motif pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta mengungkapkan bahwa pelaku, yang kini berstatus ABH, melakukan aksi tersebut karena merasa dendam dan tertindas akibat perlakuan yang diterimanya selama bersekolah. Perasaan kesepian juga menjadi faktor pendorong pelaku untuk melakukan aksinya.
Pencarian Informasi
Pelaku mulai mencari informasi tentang kekerasan dan ekstremisme di dunia maya sejak awal tahun 2025. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari usahanya untuk menuntaskan dendamnya dan merasa tertindas.
Inspirasi dari Pelaku Internasional
Pelaku terinspirasi oleh tindakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa pelaku internasional seperti Brenton Tarrant dan Eric Harris. Meskipun tidak berafiliasi dengan ideologi tertentu, pelaku mengagumi tokoh-tokoh yang melakukan penembakan massal dan tindakan kekerasan bermotif ideologi di berbagai negara.
Komunitas Media Sosial
Pelaku juga aktif mengikuti komunitas media sosial yang mengagungkan kekerasan. Di dalam komunitas tersebut, tindakan kekerasan dianggap sebagai sesuatu yang heroik dan mendapat apresiasi. Hal ini turut mempengaruhi motivasi pelaku dalam melakukan aksinya.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa motif pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta adalah dendam dan rasa tertindas, bukan didorong oleh ideologi tertentu. Peran internet dan komunitas media sosial memainkan peran penting dalam memengaruhi pikiran pelaku untuk melakukan aksi kekerasan.











