Rencana Pengembangan Rel Kereta Api di Indonesia Menuju 2045
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memiliki target ambisius untuk meningkatkan panjang jaringan rel kereta api di Indonesia menjadi 37.000 hingga 60.000 kilometer pada tahun 2045. Dalam upaya mencapai target tersebut, KAI akan melakukan berbagai langkah strategis, seperti membangun jalur baru dan mengaktifkan kembali lintas yang sudah tidak beroperasi.
Saat Ini
Saat ini, panjang rel kereta api aktif di Indonesia hanya sekitar 6.700 kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan jaringan rel di Pulau Jawa pada masa kolonial Belanda yang mencapai sekitar 10.000 kilometer. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa peningkatan panjang rel menjadi 37.000 hingga 60.000 kilometer merupakan langkah penting dalam transformasi menuju standar perkeretaapian kelas dunia.
Target 2030
Dalam jangka menengah, KAI menargetkan panjang rel nasional sudah melampaui 7.000 kilometer pada tahun 2030. Selain itu, pendapatan perusahaan juga diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp 66 triliun. Saat ini, pendapatan KAI sebesar Rp 35,7 triliun, dengan sebagian besar berasal dari bisnis transportasi.
Pendapatan Alternatif
Untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis transportasi, KAI akan mengembangkan sumber pendapatan alternatif. Saat ini, sekitar 96% pendapatan perseroan berasal dari angkutan penumpang dan logistik. Kontribusi dari pengembangan kawasan berbasis transit (Transit Oriented Development/TOD) baru sekitar 4%. Contoh dari perusahaan perkeretaapian Jepang, Japan Railways (JR), yang berhasil memperoleh sekitar 40% pendapatannya dari bisnis TOD menjadi inspirasi bagi KAI.
Proyek TOD di Indonesia
Salah satu proyek TOD yang tengah berjalan adalah pembangunan hunian menengah ke bawah di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek ini mencakup hampir 5.000 unit rumah dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan dari pengembangan kawasan sekitar stasiun.
Pandangan Bobby Rasyidin
Bobby Rasyidin menggarisbawahi pentingnya reaktivasi rel-rel yang sudah ada di Jawa. Meskipun panjang rel aktif di pulau tersebut masih di bawah 7.000 kilometer, Bobby melihat bahwa pada masa kolonial Belanda, panjang rel di Jawa mencapai 10.000 kilometer. Oleh karena itu, reaktivasi rel yang sudah ada menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan panjang jaringan rel di Indonesia.
Kesimpulan
Dengan target panjang jaringan rel kereta api mencapai 37.000 hingga 60.000 kilometer pada 2045, KAI memiliki tantangan besar di depan. Namun, dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, impian tersebut bisa menjadi kenyataan. Pengembangan sumber pendapatan alternatif melalui pengembangan kawasan berbasis transit menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut. Semoga rencana pengembangan rel kereta api di Indonesia dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan negara.






