Prabowo Berbagi Rejeki Sampai Tahun Baru, Jangan Sampai Ketinggalan

Ide Investasi36 Dilihat

Menggali Stimulus Ekonomi Pemerintah Prabowo Subianto di Tengah Pandemi

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah melakukan langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan pandemi yang masih melanda. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menggelontorkan sejumlah stimulus ekonomi, termasuk program bantuan sosial (bansos) yang ditujukan kepada masyarakat hingga akhir tahun 2025.

Program Bantuan Sosial (Bansos) PKH Tahap 4

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah menyampaikan bahwa bantuan sosial yang diberikan merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bantuan sosial ini juga diharapkan dapat membantu keluarga miskin dan rentan dalam menghadapi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi.

Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 merupakan salah satu program bansos yang disalurkan. PKH merupakan bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga yang dianggap layak menerima bantuan tersebut. Besaran bantuan PKH per kategori antara lain:

  • Ibu hamil/nifas: Rp 750.000 per tahap (Rp 3.000.000/tahun)
  • Anak usia dini (0-6 tahun): Rp 750.000 per tahap (Rp 3.000.000/tahun)
  • Anak SD/sederajat: Rp 225.000 per tahap (Rp 900.000/tahun)
  • Anak SMP/sederajat: Rp 375.000 per tahap (Rp 1.500.000/tahun)
  • Anak SMA/sederajat: Rp 500.000 per tahap (Rp 2.000.000/tahun)
  • Penyandang disabilitas berat: Rp 600.000 per tahap (Rp 2.400.000/tahun)
  • Lanjut usia: Rp 600.000 per tahap (Rp 2.400.000/tahun)
  • Korban pelanggaran HAM berat: Rp 2.700.000 per tahap (Rp 10.800.000/tahun)

    Tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT)

    Selain PKH, pemerintah juga memberikan tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan menambah anggaran stimulus sebesar Rp 30 triliun. Tambahan ini bertujuan untuk membantu 35 juta penerima BLT dengan besaran Rp 900 ribu untuk periode Oktober-Desember 2025. Program ini juga melibatkan sekitar 17 juta penerima BLT baru.

    Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi

    Pemerintah juga menghadirkan program magang untuk lulusan perguruan tinggi dengan tujuan menciptakan lapangan kerja produktif di berbagai sektor. Program ini akan melibatkan hingga 80 ribu orang peserta yang akan disiapkan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.

    Ekspansi Insentif Pajak untuk Sektor Pariwisata

    Sebagai upaya untuk mendukung sektor pariwisata yang terdampak pandemi, pemerintah memperluas insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) ke sektor pariwisata. Sebelumnya, kebijakan ini hanya berlaku untuk pekerja di sektor industri padat karya. Insentif pajak ini akan berlaku selama masa pajak Oktober-Desember 2025.

    Kesimpulan

    Langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi di tengah pandemi merupakan upaya yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihan ekonomi. Dengan adanya program bansos, BLT, program magang, dan ekspansi insentif pajak, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positifnya dalam memperbaiki kondisi ekonomi di Tanah Air.

    Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan bagi masyarakat dan sektor ekonomi yang terdampak. Semoga langkah-langkah ini dapat membawa dampak positif dan membantu Indonesia pulih dari krisis yang dihadapi. Semangat untuk membangun Indonesia yang lebih baik!

READ  Pemangkasan Tenaga Kerja di Pabrik-pabrik Inggris Mencapai Laju Tercepat dalam Lima Tahun Terakhir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *