Percepatan Operasional Pelabuhan Patimban untuk Mengatasi Kemacetan di Tanjung Priok

Ide Investasi285 Dilihat

Tol Laut Berlayar Perdana dari Pelabuhan Patimban: Solusi Jangka Panjang untuk Sistem Logistik Nasional

Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, telah menjadi sorotan utama dalam upaya percepatan operasional penuhnya oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat. Pelabuhan ini dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok pada 17-18 April 2025.

Menurut Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan HIPMI Jawa Barat, Dede Saputra, kejadian kemacetan di Tanjung Priok menjadi alarm keras bagi sistem logistik nasional. Lonjakan bongkar muat yang melebihi kapasitas terminal menyebabkan gangguan serius dalam distribusi barang. Oleh karena itu, Pelabuhan Patimban dianggap sebagai solusi yang harus segera dioptimalkan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Kemacetan di Terminal NPCT1 Tanjung Priok pada saat itu disebabkan oleh lonjakan bongkar muat yang mencapai 4.500 TEUs per hari, melebihi kapasitas normal terminal sebesar 2.500 TEUs. Hal ini menunjukkan urgensi untuk memiliki pelabuhan alternatif yang mumpuni seperti Patimban.

Dalam upaya untuk mendorong percepatan operasional Pelabuhan Patimban, Dede Saputra telah melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok. Kolaborasi strategis antara regulator dan pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat proses operasional Pelabuhan Patimban.

HIPMI Jabar siap menjadi jembatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam meningkatkan efisiensi logistik. Selain itu, hal ini juga dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi Jawa Barat dan Indonesia secara menyeluruh.

Usulan percepatan operasional Pelabuhan Patimban telah disambut positif oleh Gubernur Jawa Barat sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur logistik. Melalui HIPMI Jabar, Dede Saputra mengambil langkah konkret dengan menjalin koordinasi lintas sektor untuk mendorong implementasi di lapangan.

READ  Kenaikan Harga Pertamax di Destinasi Wisata Bali, Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Maluku

Pembangunan Terminal Kendaraan (Car Terminal Paket 5) di Pelabuhan Patimban telah mencapai progres fisik 78,9% dan ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2025. Terminal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dari 218.000 menjadi 600.000 unit CBU, yang akan secara signifikan meningkatkan kapasitas distribusi barang.

Sementara itu, pembangunan Terminal Peti Kemas (Container Terminal Paket 6) juga menunjukkan progres yang positif, dengan progres mencapai 73,87% dan ditargetkan selesai pada awal November 2025. Kapasitas terminal ini akan melonjak dari 250.000 menjadi 1,9 juta TEUs per tahun, memperkuat infrastruktur logistik di Jawa Barat.

Selain pembangunan terminal, pembangunan jalan tol akses menuju pelabuhan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Konektivitas antara kawasan industri Jawa Barat dengan Pelabuhan Patimban diharapkan dapat diperkuat, meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pelabuhan Patimban telah beroperasi sejak 2021 dan menunjukkan peningkatan performa dalam aktivitas bongkar muat kendaraan. Dengan penyelesaian seluruh fase pembangunan direncanakan pada kuartal-IV 2025, Patimban diharapkan menjadi simpul logistik modern yang efisien, terintegrasi, dan kompetitif secara global.

HIPMI Jabar berkomitmen untuk mendukung penuh percepatan proyek strategis nasional ini guna menciptakan sistem logistik nasional yang lebih tangguh dan berdaya saing. Kolaborasi antara berbagai pihak diharapkan dapat mengakselerasi operasional Pelabuhan Patimban dan memperkuat infrastruktur logistik di Indonesia.

Dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, Pelabuhan Patimban diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam sistem logistik nasional. Percepatan operasional Pelabuhan Patimban bukan hanya akan meningkatkan efisiensi distribusi barang, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan negara secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *