Meningkatkan Kualifikasi Guru SLB dengan Pelatihan Keterampilan Pertanian

Berita17 Dilihat

Pelatihan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Terkait Urban Farming

Ringkasan Berita:

Direktorat Guru PMPK Kemendikdasmen bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) SLB Bidang Keterampilan Pertanian di Bogor pada 2-5 Juni 2026.

Program ini diikuti guru SLB terpilih dari 697 pendaftar di seluruh Indonesia untuk memperkuat kemampuan pembelajaran keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Pelatihan mencakup materi pertanian perkotaan seperti hidroponik, akuaponik, dan hortikultura terpadu.

Detail Berita:

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (PMPK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Bidang Keterampilan Pertanian.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 di Bogor, Jawa Barat ini diikuti oleh guru-guru SLB terpilih dari seluruh Indonesia yang telah melalui proses seleksi ketat dari 697 pendaftar.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi profesional guru SLB agar mampu menghadirkan pembelajaran keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan teknologi, serta tuntutan dunia kerja.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, mengatakan peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung transformasi pendidikan yang inklusif dan bermutu.

Manfaat Pelatihan:

Guru memiliki peran strategis dalam membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk hidup mandiri dan berpartisipasi aktif di masyarakat. Melalui Program PKG ini, kami terus mendorong penguatan kompetensi guru SLB agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.

READ  Moody's Meningkatkan Peringkat Tunisia Menjadi Caa1

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Direktorat Guru PMPK dalam memperluas akses pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru pendidikan khusus di seluruh Indonesia.

Materi Pelatihan:

Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan penguatan kompetensi melalui kombinasi teori dan praktik, khususnya pada materi pertanian perkotaan. Materi yang diberikan meliputi hidroponik, akuaponik, tanaman buah dalam pot (tabulampot), hingga budidaya hortikultura terpadu yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Testimoni dan Harapan:

Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Dr. Edi Santosa, menilai pertanian perkotaan memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan, kewirausahaan, dan ketahanan pangan.

Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. rer. nat. Doni Yusri, menekankan pentingnya penguasaan teknologi pertanian sederhana yang dapat diterapkan di sekolah luar biasa.

Praktik Lapangan:

Para peserta juga mengikuti praktik langsung di fasilitas pembelajaran dan demplot SEAMEO BIOTROP. Melalui metode pembelajaran berbasis praktik tersebut, guru diharapkan mampu mengembangkan model pembelajaran keterampilan pertanian yang lebih aplikatif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru SLB dapat lebih siap dalam menghadirkan pembelajaran keterampilan yang relevan dan aplikatif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Semoga program ini dapat memberikan dampak positif yang besar dalam dunia pendidikan khusus di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *