Rekonsiliasi Sejarah Nasional: Dukungan untuk Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto
Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian, Ketua Dewan Pembina Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Papua Indonesia (Gemapi), Habelino Sawaki, menyerukan pentingnya rekonsiliasi sejarah nasional dengan menegaskan dukungannya terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto.
Pentingnya Mengakui Jasa Pemimpin Tanpa Terjebak pada Luka Masa Lalu
Menurut Habelino Sawaki, sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang berani mengakui jasa para pemimpinnya tanpa terjebak pada luka masa lalu. Hal ini merupakan bagian dari proses rekonsiliasi sejarah yang sangat penting untuk memperkuat identitas dan persatuan bangsa.
Tanggapan terhadap Penolakan Gelar Pahlawan dari Megawati
Habelino menilai bahwa pandangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang menolak pemberian gelar tersebut karena “luka sejarah” era Orde Baru, mencerminkan bahwa bangsa Indonesia masih belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalunya. Hal ini menunjukkan pentingnya mengatasi politik dendam dan menerima sejarah secara obyektif.
Soeharto: Sosok Pembangunan yang Kontroversial
Habelino juga menyoroti kontribusi Soeharto dalam membangun fondasi ekonomi, stabilitas politik, dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sejarah harus dibaca secara utuh, bukan selektif berdasarkan sentimen pribadi atau politik. Mengakui jasa Soeharto tidak berarti menutup mata pada kesalahan masa lalu, namun menunjukkan kedewasaan dan kemampuan bangsa Indonesia untuk melihat sejarah sebagai pembelajaran.
Sikap Negarawan dan Rekonsiliasi Masa Lalu
Habelino menekankan bahwa sikap negarawan tidak hanya diukur dari keberpihakan terhadap satu masa, melainkan dari kemampuan untuk menghormati semua fase perjalanan bangsa. Menolak berdamai dengan masa lalu hanya akan menghambat kemajuan bangsa. Saatnya menatap ke depan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Penolakan dan Pertanyaan Politisi PDI Perjuangan
Sementara itu, Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, mengaku semakin tidak mengerti dengan sejumlah pihak yang mendukung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Hal ini menunjukkan perbedaan pandangan dan pemahaman terhadap sejarah di kalangan politisi dan masyarakat.
Penutup
Rekonsiliasi sejarah nasional merupakan langkah penting dalam memperkuat persatuan dan membangun identitas bangsa. Dukungan untuk pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto menandakan bahwa bangsa Indonesia semakin dewasa dalam menilai sejarahnya. Semoga proses rekonsiliasi ini dapat membawa bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.






