• Headline News





    Wednesday, February 10, 2021

    Diskusi Bhineka Tunggal Ika Hadirkan Tokoh Indonesia Timur


    Lagu Terbaik Tahun 2021


    Jakarta, Kompastimur.com  

    Membahas Bhineka Tunggal Ika, mengapa ada rasisme di antara kita? Berhasil dipecahkan dalam diskusi yang di laksanakan oleh Local Heroes Network (LHN) pada pukul 19:30-21:30 WIB, Selasa (9/2/2021).


    Diskusi dapat berjalan dengan lancar yang di pandu oleh Moderator, Risky Andi Dwiyanto (Ambassador Local Heroes Network) dengan narasumber; Anggota DPD RI dapil Papua Barat, Memberob Yosephus Rumakiek. S.SI,. M.Kesos bersama Ketua DPW IMO DKI Jakarta, Muliansyah Abdurahman. S.Sos,. M.Si dan Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, S.H, namun beliau tidak bersempat hadir karena kesibukan jadi hanya dihadirkan oleh dua orang narasumber.


    Memberob Yosephus dalam diskusi itu turut menanggapi perilaku Rasisme yang telah terjadi pada saat ini, contohnya masalah Abu Janda dan Natilius Pigai. Dimana persoalan kulit putih dan kulit hitam itu hanya terjadi di daerah Pulau Jawa saja, kalau di Papua itu tidak ada permasalahan seperti itu.


    "Kami orang Papua menganggap orang kulit putih yang tinggal di Papua itu mereka adalah saudara karena kami tau negara indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika yakni Berbeda-beda tetapi tetap satu," ujar Senator DPD RI asal Papua ini.


    Sementara Muliansyah Abdurahman, Tokoh muda asal Indonesia Timur ini juga mengatakan apa yang dikatakan oleh Mamberob itu benar dan masalah rasisme yang telah terjadi saat ini itu adalah masalah biasa saja tetapi dari pihak-pihak di Pulau Jawa-lah yang membesarkan masalah ini. 


    "Ketika saya tinggal di Papua yaitu Sorong saat ini saya mengajar dan saya melihat bahwa anak - anak Mahasiswa saya itu yang berkulit putih hanya sebanyak dua puluh persen saja ketimbang dengan orang kulit hitam dan berambut keriting yang berasal dari Papua, Maluku bahkan NTT," kata Bang Mul.


    Sambung Bang Mul, tetapi saya melihat mahasiswa saya yang bekulit hitam, berambut keriting menganggap orang yang berkulit putih misalnya mereka dari pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi terus tinggal di Papua dan masyakarat Papua menganggap mereka adalah saudara mareka, meskipun ada yang berbeda kepercayaan tetapi tidak ada masalah.


    Kemudian di akhir diskusi juga di tambahkan puisi menarik dari pembina Local Hoeros Network Endrina Pulungan yang begitu indah dan menginpirasi saat peserta yang hadir dalam diskusi. (KT-FM)



    Baca Juga

    loading...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Diskusi Bhineka Tunggal Ika Hadirkan Tokoh Indonesia Timur Rating: 5 Reviewed By: Kompas Timur
    loading...
    Scroll to Top