• Headline News


    Thursday, August 29, 2019

    Tagop : Kita Butuh SDM Unggul Yang Toleran

    Lagu Terbaik Tahun 2021

    Namrole, Kompastimur.com 
    Bupati Buru Selatan (Bursel) Tagop Sudarsono Soulissa mengatakan untuk membalik ketidakmungkinan menjadi peluang, membuat kelemahan menjadi kekuatan dan mengubah yang tak berharga menjadi bernilai untuk rakyat Indonesia dan masyarakat Bursel diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan toleran.

    Hal ini disampaikan Tagop dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Bursel Rony Lesnussa saat membuka kegiatan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia bagi Perangkat Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang berlangsung di Gedung Serbaguna Bursel, Rabu (28/08).

    “Kita butuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat kita bisa melompat dan mendahului bangsa lain. Kita butuh terobosan-terobosan jalan pintas yang cerdik yang mudah dan cepat sehingga dibutuhkan SDM unggul toleran dan berhati Pancasila,” kata Tagop.

    Dalam sambutan yang dikutip dari Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia ini, Tagop menuturkan untuk menghasilkan SDM yang pintar dan berbudi pekerti luhur harus didahului oleh SDM yang sehat dan kuat.

    “SDM yang sehat dan kuat sudah harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan,” ucapnya.

    Dimana, lanjutnya, upaya pemerintah daerah menuju SDM yang unggul dan sehat sebagaimana dimaskud dalam prioritas pembangunan kesehatan Tahun 2015-2010 dengan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian BAYI (AKB) serta perbaikan gizi khususnya dalam pencegahan stuntig.

    Dan hal ini, lanjutnya, harus mendapat perhatian semua pihak secara intergratif.

    “Data kita terkait preverensi stunting pada balita Indonesia tahun 2018 sebanyak 30,8 persen dan prevalensi stunting pada balita di Indonesia tahun 2018 sebanyak 29,9 persen serta target RPJMN tahun 2019 diturunkan menjadi 28 persen harus diseriusi oleh semua aras bahkan sampai pada level terkecil,” jelasnya.

    Dikatakan, stunting lebih disebabkan oleh faktor gizi dan penyakit lainnya adalah kondisi yang berdampak bagi kualitas SDM dan ini menjadi persoalan yang harus disikapi sebagai jalan masuk dalam upaya pembangunan SDM yang unggul.

    Dalam kontes Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), maka upaya mewujudkan nawacita ketiga yakni membangun dari pinggiran dengan memperkuat desa dan daerah dalam bingkai NKRI dimaksudkan untuk terus meningkatkan kapasitas desa sebagaimana amanat Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

    Dijelaskan, Program Inovasi Desa (PID) hadir dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas baik dalam bidang infrastruktur kewirausahan maupun sumber daya manusia.

    “Kepentingan pemerintah untuk terus mendorong penciptaan SDM unggul yang tentunya dimulai dari 1.000 hari pertama kehidupan. Sehingga penyiapan KPM ke arah yang dimaksud perlu disiasati melalui peningkatan kapasitas melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan melakukan berbagai pelatihan,” tandasnya.

    Olehnya, dirinya berharap pada kegiatan yang diprakarsai oleh P3MD ini dapat menjadi bekal bagi para peserta dan bisa mengaplikasikannya pada saat bertugas di lapangan.

    “Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua guna mempersiapkan diri mewujudkan desa yang bermartabat dengan SDM yang berkualitas demi Indonesia yang maju dengan SDM yang unggul,” tuturnya.

    Sekedar diketahui, pada kegiatan yang di prakarsai oleh Tim Inovasi Kabupaten Buru Selatan melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa  (P3MD) sesuai SK 03/Kpts/TIK-Bursel/VII/2019 ini di bagi dalam 2 cluster. Dimana pada cluster pertama dilakukan pada 28 Agustus 2019 bagi peserta dari kecamatan Namrole, Waesama, dan Ambalau.

    Sedangkan Cluster ke dua pada tanggal 29 Agustus 2019 akan di ikuti ole pesrta dari kecamatan Leksula, Kepala Madan dan Fena Papan.

    Untuk peserta sendiri sesuai petunjuk teknis diikuti oleh 79 dari pemerintahan desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) 144 orang, TPID 42 orang, pendamping desa 27 orang, dan kepala Puskesmas sebanyak 13 orang. 

    Sedangkan Kadis Kesehatan Ibrahim Banda hadir sebagai pemateri pada kegeiatan tersebut. (KT/02)


    Baca Juga

    loading...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tagop : Kita Butuh SDM Unggul Yang Toleran Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    loading...
    Scroll to Top