• Headline News





    Tuesday, January 23, 2018

    Ayu Hasanusi : Oso Bukan Pimpinan Saya di Hanura


    Lagu Terbaik Tahun 2021

    Ambon, Kompastimur.com 
    Ketua DPD Hanura Maluku, Ayu Hindun Hasanusi menegaskan, dirinya tidak gentar dengan isu pemecatan yang dilakukan oleh Oesman Sapta Odang (Oso) yang menurut Ayu sendiri bukan pimpinannya di DPP partai Hanura.

    Hal ini disampaikan lantaran kisruh DPP Partai Hanura antara kubu Oso dan kubu Daryatmo yang kemudian merembet ke sejumlah DPD yang mendukung pemberhentian Oso sebagai ketua DPP Hanura. 

    Setelah diterbitkannya SK reposisi dan revitalisasi pengurus DPP Hanura periode 2015-2020 oleh Menteri Hukum dan HAM dengan nomor M.HH-01.AH.11.01/2018 tentang restrukturisasi, reposisi dan revitalisasi pengurus DPP Hanura periode 2015-2020 dengan Ketua Umum Oso, kini Ketua DPD Hanura Maluku, Ayu Hindun Hasanusi terancam di pecat.

    Akibat ketua DPD Hanura Maluku ini dianggap ikut bersama sejumlah DPD Hanura lainnya yang meneken mosi tidak percaya terhadap ketua DPP Hanura, Oso. 

    Atas dasar itu, sehingga Ayu dikabarkan telah dipecatkan oleh Oso, dan Wasekjen Bina Wilayah Maluku -Maluku Utara, Wahab Talaohu ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) DPD Hanura Maluku untuk kemudian melaksanakan Musyawarah Daerah Luarbiasa (Musdalub) dalam waktu deka ini oleh Oso.

     Ayu yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, partai Hanura punya AD/ART, yang menjadi landasan atau rujukan dalam pengambilan keputusan.

    "Kita telah memenuhi quorum dalam pelaksanaan Munaslub di Jakarta pada tanggal 18 Januari 2018. Dalam Munaslub tersebut diputuskan untuk memberhentikan pak Oso dari Ketua DPP Hanura. Jadi, kalau sekarang pak Oso mau memberhentikan saya itu sangat salah. Karena dia tidak berhak memberhentikan saya," ujar Ayu.

    Dikatakannya, Oso tidak berhak memberhentikan dirinya sebagai ketua DPD Hanura Maluku. Sebab, dirinya mengaku Oso bukan pimpinannya di partai Hanura. Ayu mengakui pimpinan partainya adalah Daryatmo dengan pembinanya adalah Wiranto.

    Menurut Ayu, Pak Oso adalah ketua DPP Hanura yang telah dipecat melalui forum pengambilan keputusan tertinggi yaitu Munaslub, dimana Munaslub itu dihadiri dan didukung oleh sebagian besar DPD se-Indonesia. Sehingga Oso tidak berhak memecat dirinya.

    "Pak Oso adalah ketua yang telah dipecat oleh qourum Hanura. Dualisme di DPP tentu berimbas ke Daerah. Namun, dari 11 DPC Hanura se-Maluku, 10 diantaranya itu loyal mendukung saya dan tetap dibawah pimpinan Daryatmo. Sementara 1 DPC hanya mendukung pak Oso," terangnya.

    Dikatakannya, pihaknya sementara menunggu SK dari Kemkum HAM atas kepengurusan DPP Hanura kubu Daryatmo. Soal Musdalub yang akan dilaksanakan oleh Wahab Talaohu itu, Ayu mengaku tidak peduli terhadapnya, karena bukan 1 kubu dengan pihaknya di DPP. 

    "Silahkan buat Musdalub, saya tidak ada urusan dengan Musdalub itu, karena kita tidak ada pada satu kubu kepemimpinan," pungkasnya.


    Kalau dilaksanakan Musdalub, kata Ayu, tentu yang akan menjadi peserta itu hanya satu DPC, yakni Maluku Tenggara (Malra). Karena hanya DPC Malra yang berada di kubu pak Oso. 

    "Saya hanya bertanggungjawab untuk mengamankan 10 DPC yang loyal terhadap Munaslub dan keputusan Munaslub. 10 DPC ada dalam satu barisan dengan saya. Saya diangkat dalam forum Musda, dan saya juga harus diberhentikan dalam forum yang sama atau juga Musdalub jika saya melanggar AD/ART organisasi," tegasnya. (KT-SH)


    Baca Juga

    loading...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ayu Hasanusi : Oso Bukan Pimpinan Saya di Hanura Rating: 5 Reviewed By: Kompas Timur
    loading...
    Scroll to Top