• Headline News


    Saturday, June 24, 2017

    Pawai Obor Negeri Wakal Sambut 1 Syawal 1438 H Berlangsung Meriah

    Lagu Terbaik Tahun 2021
    Masohi, Kompastimur.com
    Dalam menyambut perayaan hari raya Idul Fitri tentunya sejumlah mesjid tengah menyiapkan diri untuk melaksanakan sholat Idul Fitri berjama’ah dan dimeriahkan dengan riuhnya hari besar islam tersebut, kemeriahan hari kemenangan itupun menjadi fenomena yang sangat bersejarah bagi setiap umat Islam seduni, Sabtu (24/6).

    Seperti hal yang di lakukan oleh masyarakat di Kecamatan Leihitu Desa Negeri Wakal {Awal} jelang memasuki hari raya idul fitri, sejumlah area mesjid dan lingkungan masyarakat dibersihkan.

    Dari pantauan media ini Upu Latu (Raja) Negeri Wakal, Ahja Suneth mengatakan negeri ini melaksanakan perayaan hari raya idul fitri 1 syawal 1438 hijriah 2017 masehi, lebih awal dan tidak mengikuti daerah lain pada umumnya karena negeri ini mengikuti tatanan adat istiadat yang sudah berjalan dari tahun ketahun yang dilaksanakan oleh pemuka adat dan agama telah berjalan sejak abad sebelumnya yang terus dilaksanakan sampai saat ini.

    Disela-sela pawai akbar yang bergemah dalam momentum perayaan hari raya Idul Fitri yang ditetapkan pada hari Sabtu 24 juni 2017, di negeri tersebut Upu Latu {Raja} menambahkan perayaan yang dilakukan di Negeri Wakal ini dilakukan dengan kemampuan ilmu agama dan melihat jatuhyan awal ramadhan itu sendiri pada tanda-tanda alam, sehari bulan sampai satu hari bulan itu para pemuka adat dan agama itu sudah mengetahui jatuhnya bulan suci ramadhan dan pada perayaan hari raya idul fitripun sama.

    Upu Latu mengatakan dalam pawai obor yang dilakukan setiap tahun itu, merupakan sebuah tradisi yang mengikat deengan agama, karena itu anak – anak kecil yang memiliki umur dari 7 sampai 9 tahun ke atas mereka mengambil air langsung membawanya ke Mesjid agar besoknya para pemuka agama dan adat itu melaksanakan sholat ied mencucikan kaki mereka pada air yang telah di siapkan tersebut, hal ini menjadi salah satu kebanggaan yang dimiliki masyarakat wakal pada umumnya.

    Raja Wakal mengatakan Negeri Wakal ini memiliki dua lembaga adat yaitu ada lembaga yang sifatnya adat dan juga bukan adat. Kegiatan pawai yang dilakukan itu merupakan kegiatan badan adat.

    “Saya selaku raja sebagai kepala pemangku adat dan semuanya sepuluh orang dan itu nanti para anak-anak yang membawa obor itu berjalan dari sepuluh orang termasuk saya selaku kepala adat di negeri yang berjuluk ‘Awal’ ini,” katanya.

    Saat di konfirmasi terkait Negeri Wakal tidak mengikuti perayaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah secara nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Lanutnya, apa yang dilakukan Negeri Wakal ini bukan sesuatu yang mengada-ngada. Tetapi, yang dilakukan ini kendati tidak mengikuti kebiasaan secara nasional, tetapi apa yang dilakukan itu tetap di bawah pengawasan NKRI.

    “Masalah itu merupakan masalah ilmu pengetahuan terkait dengan agama dan semua yang kami laksanakan itu terfokos kepada tanda – tanda alam,” ucapnya.

    Untuk perkembangan dunia Globalisasi yang saat ini kencang bergemuruh di bumi nusantara Maluku yang masuknya budaya  luar, seakan para regenerasi banyak yang sudah melupakan adat istiadat di negeri yang berjulikan negeri para raja – raja ini Upu Latu Negeri Wakal mengatakan negeri tersebut sangat menghargai adatntya dan selalu memeriahkan nuansa adatnya dari pelantikan raja hingga hari besar seperti bangunan rumah adat (Baileu Ama Lisawana) yang sangat kental di lakukan hingga hari – hari Besar islam seperti perayaan idul fitri saat ini yang tidak terlepas dari adat istiadat yang seiring dengan agama yang tidak bisa melibihi satu sama lain dengan adat istiadat yang selalu di iringi dengan agama dan tatanan adat yang sangat kental dilakukan. (KT-Baim Rumadaul)


    Baca Juga

    loading...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pawai Obor Negeri Wakal Sambut 1 Syawal 1438 H Berlangsung Meriah Rating: 5 Reviewed By: Kompas Timur
    loading...
    Scroll to Top