• Headline News

    Wednesday, May 10, 2017

    Presiden Ingin Bandara di Halmahera

    Lagu Terbaik Tahun 2021
    Halteng, Kompastimur.com
    Kunjungan kerja (kuker) ketiga Presiden Joko Widodo di Maluku Utara berlangsung aman. Sesuai agenda, dalam kuker kemarin (8/5) Presiden meresmikan tiga pelabuhan laut. Peresmian Pelabuhan Tapaleo, Pelabuhan Bicoli, dan Pelabuhan Wayabula itu dipusatkan di Desa Tepeleo Batu Dua, Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah (Halteng).

    Dalam kuker kali ini, Jokowi membawa serta tiga menteri, yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A. Djalil, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. 

    Ibu Negara Iriani Joko Widodo juga setia mendampingi Presiden. Setibanya di Bandara Babullah, Presiden yang disambut Gubernur Abdul Ghani Kasuba langsung menuju Royal Restaurant untuk makan siang. 

    Dari restoran di bilangan Kalumpang itu, Presiden dan Gubernur kembali ke bandara untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi peresmian. Perjalanan ke Tepeleo dilakukan dengan menggunakan helikopter milik TNI AU.

    Di Tepeleo, ratusan warga Patani telah menunggu kedatangan Presiden. Jokowi menjadi presiden kedua yang menginjakkan kakinya di Tepeleo setelah Presiden Soekarno yang datang pada 1957. Tak ayal, desa terpencil yang biasanya adem ayem itu sehari kemarin dipenuhi anggota pengamanan yang bertugas mengamankan kuker.
    Dalam sambutannya di acara peresmian, Presiden menyatakan pelabuhan laut yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tersebut menjadi tanggung jawab negara untuk diselesaikan. 

    "Negara Indonesia sangat besar jumlah pulau-pulaunya. Semuanya membutuhkan pelabuhan, namun sampai saat ini masih sebagian kecil yang memiliki fasilitas pelabuhan laut. Maka itu harus dilaksanakan secara bertahap,” ungkap Jokowi.
    Dengan tersedianya fasilitas pelabuhan di Tepeleo, Presiden berharap frekuensi kapal yang datang bakal lebih banyak. Begitu pula dengan pelayanan kapal untuk masyarakat di wilayah Patani. 

    ”Yang biasanya hanya terlayani dua minggu sekali, kalau bisa seminggu sekali. Dan kalau bisa sehari sekali. Ini tugas kita ya, Pak Menhub," kata Presiden yang diangguki Menteri Budi.
    Tak hanya sektor perhubungan laut, Presiden juga menyatakan perhatiannya pada sektor perhubungan udara. Pada kesempatan tersebut ia menyatakan Malut diprioritaskan untuk mendapat tambahan satu bandar udara yang dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737 Next Generation. Bandara ini nantinya bakal dibangun di daratan Halmahera. 

    "Catat ini ya, Pak Menhub. Saya perintahkan Pak Menhub untuk segera dibangun bandara baru di daratan Halmahera. Dan itu harus. Soal lokasinya saya belum tahu, tergantung Bupati siapa yang cepat lobi ke Menteri Perhubungan," tuturnya.

    Minta Jalan Penghubung 
    Sementara Menhub Budi Karya Sumadi dalam laporannya menyampaikan, Pelabuhan Tapaleo yang dan dua pelabuhan lainnya yang diresmikan kemarin dimaksudkan untuk mendukung aktivitas bongkar muat barang dan penumpang. Pada gilirannya, aktivitas pelabuhan ini akan mendukung perekonomian masyarakat.
    Pelabuhan Tapaleo, kata Menhub, mampu menampung kapal kargo 1.000 DWT. Dibangun pada 2014-2015, pelabuhan ini menelan total anggaran Rp 34,7 miliar (Rp 34.771.626.000). Sementara Pelabuhan Bicoli di Halmahera Timur dibangun tahun 2014-2016 dengan total anggaran sebesar Rp 56,2 miliar (Rp 56.203.002.000).

    ”Serta Pelabuhan Wayabula di Pulau Morotai yang dibangun pada 2010-2016 dengan total nilai anggaran pembangunan sebesar Rp 59,5 miliar (Rp 59.544.220.000),” jabarnya.
    Dalam acara peresmian tersebut, Gubernur Ghani memberikan apresiasinya pada Presiden Jokowi. Pasalnya, Jokowi tanpa ragu memilih daerah terpencil sebagai lokasi peresmian fasilitas publik. 

    "Tepeleo ini daerah terpencil, tapi kita harus bangga Presiden kita mau datang (ke sini, Red) demi tugas negara," ucapnya.
    Gubernur yang akrab disapa AGK ini juga meminta Presiden memperhatikan akses jalan penghubung antarwilayah Halmahera. 

    "Kalau bisa, karena Pak Presiden sudah datang dan lihat sendiri kondisi Malut, jadi di tahun 2018 sampai 2019 Maluku Utara perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat," pintanya.
    Usai meresmikan pelabuhan, Presiden melanjutkan agendanya menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Penyerahan dilakukan pada ratusan siswa Halteng di SD Inpres Tepeleo.
    Dalam perjalanan rombongan Presiden ke SD, sempat terjadi insiden saling dorong antara warga dengan Paspampres. Warga yang merangsek maju hendak menyalami Presiden dihalangi oleh pasukan pengamanan. Kurang lebih 10 menit aksi saling dorong itu terjadi. 

    Presiden yang melihat insiden tersebut akhirnya batal menuju mobil yang telah disediakan untuknya. Presiden RI ke-7 itu justru mendekati kerumunan warga dan menyalami mereka. Jokowi bahkan sempat membagi-bagikan t-shirt hitam bertuliskan “Jokowi” untuk warga.
    Kurang lebih sejam melaksanakan agendanya di Patani, Presiden dan rombongan lalu menuju lapangan bola kaki Desa Tepeleo, tempat helikopter TNI telah menunggu.(KT-02/malutpost.co.id)


    Baca Juga

    loading...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Presiden Ingin Bandara di Halmahera Rating: 5 Reviewed By: Kompas Timur
    loading...
    Scroll to Top