• Headline News

    Wednesday, November 6, 2019

    Jelang Ujian Nasional, SMA 15 SBT Diduga Pungut Uang

    Baca Juga


    SBT, Kompastimur.com 
    Persiapan menjelang Ujian Nasional Berbasis online, Sekolah SMA Negeri 15 Seram Bagian Timur yang berlokasi di Kecamatan Kelimury diduga membebankan biaya pengadaan Komputer ke orang tua Siswa.

    Hal ini dibeberkan oleh salah satu Pemuda Kelimury, Emit Adam Isanekon saat menghubungi media ini via telpon selulernya, Selasa (05/11/19).

    Isanekon menjelaskan, diketahui Kapala Sekolah SMA Negri 15 Seram Bagian Timur Abdullah Rumalesin telah menggelar rapat dengan orang tua murid.

    Dalam rapat tersebut terkuak, jika pihak sekolah membebankan perlengkapan sekolah berupa komputer dengan alasan untuk mengikuti ujian berbasis online. Hal ini dilakukan pihak sekolah karena SMA Negeri 15 tersebut tidak memiliki fasilitas penunjang seperti komputer.

    "Rapat  bersama orang tua murid, dalam rapat itu Kepsek membankan orang tua Murid membeli perlengkapan sekolah berupa Komputer," ucap Isanekon.

    Lebih lanjut, Isanekon yang juga hadir pada rapat yang dilaksanakan pada beberapa waktu lalu itu menambahkan, pihak sekolah lansung mematok besaran tagihan yang dibebankan kepada orang tua Siswa dengan dominal Rp.500.000/Siswa.

    Biaya ini bukan saja dibebankan kepada 23 siswa peserta ujian, namun biaya tersebut dibebankan kepada seluruh Siswa di SMA Negeri 15 Seram Bagian Timur mulai dari Kelas 1 sampai dengan Kelas 3.

    Lanjut Isanekon, alasan pihak sekolah mengambil langka ini karena sekolah tersebut tidak mendapat anggaran untuk pengadaan Komputer.

    "Siswa yang ujian 23 tetapi untuk tagihan itu dari kelas 1 sampai 3 sehingga jumlah siswa 79 orang. Menurutnya pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan telah membebankan kepada pihak sekolah Karena SMA Kelimury tidak mendapatkan anggaran untuk membeli perlengkapan ujian nantinya," kutip Isanekon.

    Pemuda asal Desa Kilbon ini mejelaskan, dirinya sempat berdebat panjang dengan pihak sekolah saat rapat berlansung, namun pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah lansung memberikan ketegasan dihadapan para orang tua murid yang mengikuti rapat bahwa, jika terlambat membayar maka pihak Sekolah akan memberikan sanksi kepada para Siswa.

    "Waktu rapat beta (Saya) juga Ada ikut selaku orang tua wali. Beta (Saya) dan teman sempat debat dengan antua (Kepsek) sampai rapat tutup. Antua jua bikin penekanan berupa batas waktu pembayaran jika orang tua wali terlambat bayar siswa di berikan sangsi," tutup Isanekon.

    Dirinya berhara Pemerintah dalam hal ini dinas Pendidikan lebih pemperhatikan kondisi Pendidikan di Kecamatan Kilmury dari segi sarana dan prasarana. Selain itu, tenaga pengajar harus ditambahkan karena di Kecamatan Kelimury sangat kekurangan Guru.

    Terkait dengan dugaan pungutan, dirinya berharap agar Kepala Sekolah SMA Negeri 15 SBT ini harus dipanggil dan diberikan teguran.

    Sampai berita ini terbit, Kepala Sekolah SMA 15, Abdullah Rumalesin belum dapat dikonfirmasikan terkait dengan dugaan pungutan tersebut, begitu juga dengan pihak dinas Pendidikan Kabupaten SBT. (KT/FS)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jelang Ujian Nasional, SMA 15 SBT Diduga Pungut Uang Rating: 5 Reviewed By: A L
    Scroll to Top