• Headline News

    Rabu, 13 Juni 2018

    IWO Bursel Sesali Pengumuman Penolakan Pasien Oleh RSUD Namrole

    (Ketua IWO Bursel)


    Namrole, Kompastimur.com 
    Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Buru selatan (Bursel) Marlan Lahallo mengecam Pengumuman yang dikeluarkan oleh rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole terkait penolakan pasien yang akan menginap pada rumah sakit tersebut.

    Lahallo menegaskan apa yang dilakukan oleh RSUD Namrole sangat bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (UU Kesehatan) dan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2019 tentang Rumah sakit serta Pasal 28 Undang-undang 1945 tentang hak warga negara untuk memperoleh kesehatan.

    “Maksud dari penolakan pasien oleh RSUD Namrole ini apa?. Ini pelanggaran terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Setiap warga negara berhak menerima pelayanan kesehatan adalah hak asasi manusia dan itu sudah dalam UUD 1945 pasal 28,” ujar Lahallo di Namrole, Selasa malam(12/06).

    Pasal 28H ayat 1 UUD 1945, menurut Lahallo sudah jelas mengatakan tentang hak warga negara untuk hidup sehat, serta setiap warga negara berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

    “Pasal 28 UUD 1945 itu sudah jelas, dengan adanya Pengumuman penolakan ini sudah secara tidak langsung mengkebiri hak masyarakat unttuk memperoleh kesehatan. Saya minta Bupati Bursel Tagop Sudarsono dan Wakil Bupati Buce Ayub Seleky serius melihat hal ini,” terangnya.

    Dirinya berharap Pemda dapat menertibkan seluruh manajemn Dinas Kesehatan maupun RSUD Namrole agar pelayanan kesehatan masyarakat Bursel sebagai warna NKRI dapat terpenuhi dengan baik dan hal semacam ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

    Sebelumnya, informasi yang berhasil di himpun media ini, Pengumuman penolakan terhadap pasien ini di tulis dan ditempelkan indah oleh dokter Marjorie Avinolin Pattiasina (dr. Avin), salah satu dokter umum yang bertugas di RUSD tersebut.

    Berdasarkan keterangan dari dokter Avin, hal itu dilakukan lantaran tidak ada petugas shif malam yang akan menjaga pasien pada bangsal maupun UGD sehingga dirinya memberanikan diri menulis dan menempelkan Pengumuman di depan pintu UGD.


    Pengumuman yang bertuliskan, “UGD tutup tidak ada petugas” dan “tidak terima pasien rawat inap” dengan cepat beredar luas dimedsos dan sampai juga di telinga salah satu anggota DPRD Kabupaten Bursel Sami Latbual.

    Latbual yang memperoleh informasi itu langsung menuju RSUD Namrole untuk memastikan kebenarannya dan ternyata informasi yang diperolehnya benar sehingga dirinya langsung berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk menindaklanjuti kejadian ini serta meminta Direktur RSUD Namrole dan Kadis Kesehatan guna meminta klarifikasi atas kejadian yang ada.

    “Saya kesini untuk mengecek apa benar ada Pengumuman penolakan pasien, dan yang saya dapati memang benar ada selebaran yang ditempelkan pada pintu UGD terkait UGD tutup karena tidak ada petugas dan tidak terima pasien rawat inap,” jelasnya. 


    Ketua Frakisi DPC PDI perjuangan Kabupaten Bursel ini menyesalkan dengan adanya tulisan tersebut, dimana menurutnya tidak semestinya tulisan itu berada karena sudah terpublis dan mencoreng nama baik daerah.

    “Tidak perlu tulis seperti ini. Ini sudah mencoreng nama baik daerah disini karena. Kalau memang  tidak bisa untuk dilayani, petugas yang ada bisa memberikan alasan kepada pasien terkait kondisi yang ada bukan menulis penolakan kepada pasien seperti ini. Perbuatan ini sudah melanggar hukum dan sudah membatasi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tegasnya. (KT-02)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: IWO Bursel Sesali Pengumuman Penolakan Pasien Oleh RSUD Namrole Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Kompas Timur
    Scroll to Top