• Headline News

    Selasa, 08 Mei 2018

    Maaruf : Bupati SBB Jangan Tutup Mata Terhadap Keluhan Warga Mahua



    Piru, Kompas Timur .Com
    Proses penyelesaian pembayaran lahan pengungsi dusun Mahua Desa sole, Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku hingga kini belum ada titik penyelesaian pembayaran oleh pihak Pemerintah Daerah Dalam hal  BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku

    Sudah hampir dua tahun terhitung april 2016 sampai dengan saat pembebasan lahan belum terbayar lunas Pemerintah Daerah dalam hal ini oleh BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat dengan warga masyarakat pengungsi dusun Mahua, akan tetapi sampai saat ini belum ada realisasi nyata di lapangan.

    Dengan Hadirnya Bupati Seram Bagian Barat  yang baru sampai hari ini anggaran pembebasan lokasi Pengungsi dusun Mahua Desa Sole kecamatana Huamual belakang, atau lahan yang di janjikan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku sampai saat ini belum terealisasi " Ungkap Sumber Yang Enggan Namanya Dipublikasi kepada Kompas Timur  Com Pekan Lalu di Piru.

    " Dan sampai kapan perhatian pemerintah Daerah kepada kami warga dusun mahua apalagi Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Kase Bae SBB,Sementara kami di lokasi pengungsian, selalu di intimidasi dan di tekan oleh pemilik lahan yang saat ini ditempati kami warga mahua " Ungkapnya

    Olehnya itu , Pemerintah Seram Bagian Barat Bupati Moh Yasin Payapo agar membuka mata untuk melihat persoalan kami saat ini kami warga mahua hadapi, nasib kami warga dusun mahua berada ditangan Bapak Bupati Seram Bagian Barat selaku pemangku kepentingan diKabupaten ini.

    Apalagi, Bupati Seram Bagian Barat Moh Yasin Payapo sudah lakukan peninjauan lokasi dusun mahua sebagai warga pengungsian , namun sampai saat ini belum ada respon baik dari Bupati Seram Bagian Barat soal nasib warga dusun mahua yang hidup dengan beban dan takut akan selalu dihantui dengan intimidasi pihak pemilik lahan,ini penderitaan apakah Bapak Bupati hanya diamkan dan lihat warganya menderita terus sebagai warga pengungsian.

    Menurutnya , Bupati Seram Bagian Barat Moh Yasin Payapo jangan bawahkan persoalan ini dibawah ke ranah politik, kami warga tidak mahu untuk dipolitisasi dengan persoalan ini, kami sudah cukup menderita dan selalu dibawah tekanan intimidasi, Apakah Bapak Bupati hanya dan tutup mata melihat kami warga mahua terus menderita dan hidup tidak tenang"katanya

    Kami Warga dusun Mahua selaku pengungsi, agar secepatnya harus diselesaikan, karena setiap saat kami selaku warga pengungsi di intimidasi oleh pemilik laha, dan kami berharap pula agar secepatnya pemerintah Daerah Seram Bagian Barat dalam hal ini Bupati Moh Yasin Payapo agar secepatnya sesuai dengan apa yang bapak Katakan saat berkunjung ke tempat pengusian kami dusun Mahua Desa Soleh Kecamatan Huamual Belakang Kab Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. " Tegasnya.

    Persoalan lahan dusun mahua yang ditempati  oleh warga pengungsian bencana banjir dusun jawasakti  desa soleh kecamatan huamual belakang belum kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam hal ini pembayaran pelunasan lahan pemilik tanah itu sendiri.

    Nasib warga dusun mahua yang menempati lahan yang saat ini belum dilunasi oleh pemerintah daerah melalui badan penanggulangan bencana daerah  kini mengeluh dan merenungkan nasib mereka kedepan jika pemilik lahan mengusir warga dusun mahua dari lahan miliknya yang sampai saat ini belum terlunaskan" Ungkap Maaruf Tomia Kepada Kompas Timur .Com Beberapa Waktu Lalu

    Maaruf menambahkan Dengan optimisnya warga dusun mahua untuk menjalani kehidupan di pengusian  mereka di perhadapkan dengan sebuah problem yang sudah hampir dua tahun tidak diselesaikan oleh Pemerintah Daerah setempat.

    " Selaku angggota DPRD SBB dari partai PKB merasakan bagaimana sakitnya,  bagaimana perihnya perasaan mereka terhadap perlakuan pemerintah daerah terhadap pengusian dusun jawa sakti yang berada di dusun mahua yang sampai dengan hari ini tidak dapat menyelesaikan pembebasan lahan para pengungsi mahua.

    Itulah yang dirasakannya pada saat menghadiri acara Isra Miraj dengan para warga pengungsian dusun mahua desa soleh Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat" Tutur Maaruf.

    Olehnya itu , Pemerintah Daerah Bupati Moh Yasin Payapo tidak boleh menutup mata dengan apa yang saat ini terjadi pada warga dusun mahuan ,apalagi Bupati SBB sudah berkunjung ke tempat pengungsian mahua sampai saat ini belum juga ada hasilnya

    Lanjut Politisi PKB Seram Bagian Barat Padahal DPRD SBB mengatakan Kami  DPRD sudah menganggarkan anggarannya  pada saat pembahasan APBD tahun 2018 ini dan ini butuh kebijakan Bupati Seram Bagian Barat Provinsi Maluku jangan menutup mata agar supaya mereka keluar dari persoalan ini.

    Dan jujur saja mereka para pengungsian dusun mahua mereka diintimidasi oleh pemilik tanah karena memang sudah cukup lama dijanjikan oleh pmerintah daerah olehnya itu pemerintah Daerah Dalam Ini Bupati Seram Bagian Barat Moh Yasin Payapo dan OPD terkait tidak boleh tutup mata ini haruslah menjadi perhatian Pemerintah Daerah setempat " Kata Tomia

    Untuk kebutuhan hidup para warga dusun mahua sudah berjalan dengan baik ,sudah berkebun sebagaimana mereka beraktivitas namun satun hal yang mereka masih trauma adalah  pembebasan lahan yang saat ini belum dibayar lunas oleh Pemerintah Daerah setempat kepada pemilik lahan dan ini sudah ada kesepakatan dan sudah dianggarkan dalam APBD tahun 2018" Tutup Tomia. ( KT-MFS)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Maaruf : Bupati SBB Jangan Tutup Mata Terhadap Keluhan Warga Mahua Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Kompas Timur
    Scroll to Top