• Headline News

    Selasa, 13 Maret 2018

    Hari Kedua, BAILEO Roadshow di Buru



    Namlea, Kompastimur.com
    Pasangan Nomor Urut 2 dengan jargon BAILEO , Murad Ismail - Barnabas N Orno melakukan roodshow hari kedua di Kabupaten Buru lalu menyapa masyarakati di Kecamatan Waplau dan Kecamatan Liliyaly.
    Pantauan media ini, dalam dua hari ini, paslon BAILEO sudah menyapa warga di lima kecamatan, setelah kedatangannya hari Minggu lalu (11/3) menyapa warga di Kecamatan Namlea, Kecamatan Fenalisela dan Kecamatan Airbuaya.
    Selama berada di Kabupaten Buru, BAILEO selalu didampingi Tim Prmenang Koalisi Parpol pendukung pimpinan Aziz Hentihu dan tim relawan yang dipimpin Hasan Umasugi.
    Ketua tisue koalisi parpol Aziz Hentihu menjelaskan, sebelum balik ke Ambon tanggal 15 Maret nanti, BAILEO juga akan roadshow di Kecamatan Waeapo, Waelata, Leslongquba, Batabual dan Teluk Kayeli.
    saat melakukan roadshow selama dua hari ini, Murad Ismail dan Barnabas Orno turut menyertakan para istri. Bahkan Orno sempat membawa mertuanya yang pernah lama bertugas sebagai guru di SMPN airbuaya.
    Di hadapan masyarakat keduanya meminta restu dan doa agar diberikan jalan yang lapang dalam proses pilkada ini.
    Dalam berbagai kesempatan, Murad Ismail juga menjelaskan alasannya maju di bursa gubernur dan rela menanggalkan jabatan Dankakor Brimob Polri.
    Ia juga lugas menjelaskan keinginan membangun Maluku agar setara denga propinsi lain di Indonesia.
    Berikut ini beberapa penjelasan MI yang ditulis dengan gaya bertutur :
    Mengapa saya kembali?  Kalau saya tidak kembali ke Maluku, saya umat manusia khususnya orang Maluku yang sangat berdosa di hadapan Allah SWT. Karena Allah telah memberikan saya kelebihan dan kekurangan.
    Dengan network saya, hubungan saya dengan pengusaha, pengusaha di seantero Jakarta, bahkan ada yang dari luar negeri.
    Saya juga dekat dengan legislatif dan eksekutif. Ketua MPR, Zulkifly Hasan adalah sahabat saya.
    Ketua DPR RI, Bambang Susetyo, walaupun dia orang Golkar adalah sahabat saya.Ketua DPD RI, pa Oso (Usman Sapta Odong) adalah abang saya.
    Dan saya sering melakukan sharing dan tukar pikiran bagaimana membangun Maluku ke depan.
    Saya dengan seluruh mentri ada hubungan yang sangat dekat.
    Mentri ESDM setiap saat beritahu saya ada pembangunan listrik di mana-mana.Pembangunan PLTU ada di mana-mana.Dan tidak ada satupun yang dibangun di Maluku.
    Sampai saya bilang kepada pa Mentri, kok tidak ada Maluku. Dari Ujungpandang langsung papua?.
    Kemarin dibangun di Ternate. Pa mentri bilang, kau punya pemerintah daerah tidak pernah datang ke kita, tidak pernah datang ke DPR untuk menanyakan atau meminta apa-apa yang harus kita siapkan di situ.
    Mentri Perhubungan, Mentri PUPR, seluruhnya sahabat-sahabat saya. Ada yang lebih muda dan ada yang umurnya lebih tua dari saya.
    Saya sangat lama berdialog dengan mereka, sehingga saya bicara dengan istri saya, Non bagaimana kalau saya kembali ke Maluku.
    Istri saya pertama mengatakan,  untuk apa pa? kalau cuma hidup saja kita sudah lebih dari cukup.Tunggu aja kita pensiun, kita keliling dunia.
    Saya bilang, itu tidak bisa. Kalau saya tidak kembali ke Maluku dengan kelebihan dan kekurangan yang diberikan Allah kepada saya , berarti saya salah satu orang Maluku yang paling berdosa di hadapan Allah SWT.
    Saya bicara ini dari hati yang paling dalam. Maluku termiskin nomor empat. Pengangguran nomor satu di Indonesia.
    Kenapa tidak terjadi gejolak? karena masyarakat Maluku sudah sangat sabar dengan kemiskinan, masyarakat sudah sangat sabar dengan hidupnya tidak layak. Masyarakat Maluku sudah sangat sabar dengan tidak punya pekerjaan.
    Ini yang membuat hati saya menangis. Kalau saya tidak kembali, maka saya orang Maluku yang tidak mau berbuat untuk masyarakat Maluku.
    Saya melihat Maluku bukan dari agamanya apa, warna kulitnya apa, sukunya apa. Saya bangga jadi orang Maluku. Saya inginkan agar semua yang ada di sini, harus bangga jadi orang Maluku.
    Kalau bapak-bapak, adik-adik bangga sebagai orang Maluku, pasti punya keinginan seperti saya.
    APBD Maluku Rp.2,8 triliun.Tingkat kebocoran anggaran dari 34 propinsi, Maluku nomor 2 setelah DKI jakarta.
    DKI jakarta kebocoran anggaran Rp.17 triliun. Maluku Rp.822 milyar.
    Namun DKI jakarta APBD nya Rp.73 triliun. Maluku cuma Rp.2,8 triliun.
    Coba lihat tingkat kebocoran anggaran Rp.822 milyar, kita punya APBD nya berapa?
    Awalnya saya berpikir, yang menjabat sekarang ini dia orang birokrasi yang hebat. Dari Kepala Dinas PU. Jadi Sekda, jadi wagub. Jadi gubernur.
    Mungkin ini lebih baik dari wakru itu saat saya masih menjadi kapolda. Saya jadi kapolda Desember 2013 sampai 2016, kita serahkan mandat, kita kasih kepercayaan.
    Assagaf tolong jaga umat, tolong lihat masyarakat, tolong masukan investor ke Maluku untuk mencegah sampai banyak terjadi pengangguran. Ini tidak dilakukan.
    Sehingga saya harus kembali pulang sebagai pembuka jalan. Kalau tidak dilakukan sekarang. maka 20 tahun ke depan kondisinya tetap seperti sekarang ini.
    Ini yang saya takutkan, sehingga saya harus kembali sebagai pembuka jalan. Dengan kelebihan dan kekurangan saya, dengan harta saya yang selama ini saya sudah kumpulkan, saya sudah infaqkan, saya sudah sedekahkan biar saya dan pa Barnabas bisa menjadi gubernur dan wakil gubernur.
    Saya dan pa Barnabas sudah berjanji. Akan kita kembangkan sampai ada 15-16 kabupaten/kota di Maluku. Ini harus kita lakukan.
    Saya berbicara dengan dosen di Ambon, saya dapat informasi, setiap tahun lulusan mahasiswa itu 3000 orang.
    Dengan tidak berkembangnya kabupaten/kota, dimana mereka bisa bekerja?
    Langkah pertama ketika saya dan pa Abas dilantik, yang pertama sekali, saya akan kembalikan anak-anak yang putus sekolah harus bersekolah. Dimanapun dia berada, saya kembalikan ke sekolah.
    Saya dan pa Abas yang menjadi stabilisator dan dinamisator untuk 11 kabupaten/kota. Itu akan saya lakukan.
    Saya meminta kepada semua kabupaten/kota wajib dan mari kita diskusi dan kita saling kerjasama. Ada tiga domain yakni , komunikasi, koordinasi dan kolaborasi.
    Ini akan saya lakukan kepada 11 kabupaten kota, saya minta sama mereka dimana yang harus kalian lakukan dan yang harus kalian sentuh.
    Saya minta kita sama-sama serang Jakarta, minta APBD kita ditingkatkan. Tak ada alasan, selain ditingkatkan.
    Papua APBD nya Rp.50 triliun. Aceh APBD nya Rp.30 triliun. Mereka dikit dikit mau merdeka.
    Apa perlu kita seperti mereka sehingga punya APBD tinggi?  saya rasa tidak penting. Yang  penting kita cari di Maluku bukan seorang manajer atau seorang kepala. Tapi yang kita cari di Maluku seorang pemimpin dengan komitmen kuat memajukan seluruh kabupaten/ kota.
    Hanya itu cita cita saya. Hanya itu cita cita saya dan pa Barnabas Orno. Saya ingin Maluku ini sejajar dengan propinsi lain di Indonesia.
    Niat tulus ini, apa yang saya omong ini didoain oleh seluruh masyarakat dan diijabah oleh Allah SWT.
    Saya dan pa Abas juga inginkan pemerintahan di propinsi yang ada keterwakilan dari 11 kabupaten/kota. Itu harga mati.
    Setiap tiga bulan saya minta progres dari kepala dinas dan kepala badan. Tak ada progres, kita ganti. Ganti dengan yang bagus yang betul-betul dia punya progres.
    Ini harus kita lakukan. Tidak harus kita menunggu lagi. Inilah saatnya harus saya lakukan.
    Kalau saya tunggu sampai saya pensiun, kartu mati pak. Saya sudah tak kenal lagi mentri, saya sudah tak kenal lagi presiden, saya sudah tak kenal lagi legislatif. Saya sudah tak kenal lagi pengusaha di Jakarta.
    Saya dan pa Abas, kami berdua tidak alergi dengan kritikan, dengan masukan. Demo besar besaran juga akan kita layani. Saya keluar dan bicara sama mereka apa yang kalian inginkan. (KT-11)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Hari Kedua, BAILEO Roadshow di Buru Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Kompas Timur
    Scroll to Top