• Headline News

    Tuesday, December 12, 2017

    Warga Desak Pemda SBB Perhatikan Kekosongan Pemerintahan Negeri Luhu


    Piru, SBB
    Sampai dengan saat ini pemerintahan Negeri Luhu Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengalami kekosongan pasca masa berlaku jabatan Pejabat Negeri Luhu pada bulan oktober lalu telah berakhir.

    Masa jabatan Pejabat Negeri Luhu yang dijabat oleh Abd Gani Kaliky telah berakhir pada tanggal 4 oktober 2017 lalu, dan terhitung sudah dua bulan pemerintahan Negeri Luhu mengalami kekosongan sampai dengan saat ini belum ada pergantian untuk menutupi kekosongan pemerintahan Negeri Luhu tersebut.

    Kepada Kompas Timur.com (11/ 12/) salah satu warga Negeri Luhu enggan namanya disebutkan dikatakannya Kepala Pemerintahan Negeri Luhu saat ini mengalami kekosongan kepemimpinan, terhitung dari tanggal 10 November 2017 masa jabatan Pejabat Negeri Luhu berakhir.

    Namun menurutnya, sudah memasuki kurang lebih dua bulan belum juga ada pengganti pejabat Negeri Luhu untuk mengisi kekosongan  bahkan elum ada surat perpanjangan dari pihak Pemda SBB.

    "Saya sangat perihatin sampai dengan saat ini belum ada pengganti pejabat negeri luhu yang sudah selesai masa jabatannya, sehingga pemerintahan negeri luhu mengalami kekosongan Kepala Pemerintahan, kami berharap kekosongan ini secepatya di isi agar roda pemerintahan Negeri Luhu bisa berjalan normal," ungkapnya

    Ditambahknnya, jika ini tidak disikapi oleh Pemda SBB, maka sudah pasti pemerintahan yang ada di negeri Luhu tidak akan berjalan normal dan jika ini dibiarkan begitu saja maka diduga pemerintah daerah sengaja memperlambat semua kinerja yang ada di Negeri Luhu itu sendiri.

    Untuk diketahui, hingga sampai dengan saat ini, kekosongan pemerintahan Negeri Luhu belum disikapi oleh pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati SBB.

    Ia menyesalkan hal ini kenapa bisa terjadi, padahal menurutnya Bupati SBB Moh Yasin Payapo juga berasal dari Negeri Luhu, sehingga beliau haruslah lebih proaktif dengan masalah yang terjadi terhadap negerinya yang saat ini mengalami kekekosongan kepala pemerintahan. 

    Karena Pemda SBB terkesan mendiami masalah ini maka sudah pasti dampaknya negatif akan menghambat proses-proses terhadap pemerintahan Negeri Luhu itu sendiri.

    Ia menambahkan, salah satu dampaknya jika tidak dipercepat mengisi kekosongan pemerintahan itu adalah akan menghambatnya proses-proses seperti pencairan dana dan dengan sendirinya akan menghambat pembangunan di negeri Luhu sendiri.

    “Saya hanya takutkan adanya upaya dari oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil kesempatan dalam kekosongan kepala pemerintahan Negeri Luhu saat ini, ini yang perlu secepatnya ditanggapi oleh Bupati SBB untuk segerah mengisi kekosongan kepala pemerintahan selama kurang lebih dua bulan ini,” ucapnya.

    Untuk diketahui, sudah berkali kali pihak pengurus pemerintahan Negeri Luhu bulak-balik hampir kurang lebih 10 kali untuk meminta di perpanjang masa jabatan pejabat Negeri Luhu, namun Bupati menolak dengan halus, Bupati hanya mengatakan beliau sudah memiliki dua figur yang kompeten untuk menggantikan Abd Gani Kaliky.


    Olehnya itu saya mintakan kepada Bupati SBB Moh Yasin Payapo agar memperhatikan kekosongan pemerintahan negeri luhu saat ini pasca masa belaku jabatan pejabat Negeri Luhu pada bulan oktober lalu, jika Bupati SBB memiliki figur yang pantas untuk dipercayakan sebagai pejabat pemerintahan Negeri Luhu untuk segerah mempercepat untuk  mengisi kekosongan pemerintahan Negeri Luhu saat ini, jangan terkesan didiamkan masalah ini karena akan menghambat proses-proses pembangunan dan aktivitas pemerintahan Negeri Luhu. ( KT-FS)



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Warga Desak Pemda SBB Perhatikan Kekosongan Pemerintahan Negeri Luhu Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Kompas Timur
    Scroll to Top