• Headline News

    Thursday, December 28, 2017

    Astaga, Tanah SPN dan Polres Raja Ampat Masuk Kawasan Hutan Konservasi

    ( Kapolda Papua Barat : Brigadir Jendral Polisi Rudolf Albert Rodja) 

    Manokwari, Kompastimur.com 
    Tanah Hibah dari Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Papua Barat guna pembangunan Sekolah Polisi Negara ternyata masuk dalam kawasan konservasi. 

    Tanah yang berlokasi di Distrik Orensbari dengan luas sekitar 154 hektar itu di serahkan Bupati Manokwari Selatan kala itu dimana prosesi penyerahan di hadiri Mantan Kapolda Papua Barat yang kini menjabat Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol. Royke Lumowa. 

    Kapolda Papua Barat Brigadir Jendral Polisi Rudolf Albert Rodja saat di temui di ruang kerjanya Kamis (28/12) mengatakan pihaknya tidak mau mengambil resiko untuk membangun SPN di tanah yang telah di hibahkan itu sebab tanah tersebut rupanya masuk dalam wilayah hutan konservasi. 

    " Kami dari Polda Papua Barat tidak mau mengambil resiko di mana sudah di bangun SPN baru ada dampak di kemudian hari ," Kata Kapolda Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja di ruang kerjanya. 

    Bukan hanya itu Kapolda membeberkan ada sejumlah bangunan Polisi seperti Markas Polres Raja Ampat yang saat ini di bangun di areal hutan konservasi, ini menjadi persoalan bahkan bukan hanya kantor kepolisian tetapi ada juga beberapa perkantoran milik Pemerintah yang di bangun di atas hutan lindung atau hutan konservasi. 

    " Sudah di gariskan oleh Mabes Polri bahwa tanah untuk membangun bangunan bagi Anggota Polri harus bersertifikat atas nama Polri baru bisa di beri bantuan," Ujarnya. 

    Dikatakan saat ini meskipun Pembangunan SPN merupakan kebutuhan yang harus di bangun secepatnya namun pihaknya masih terus mencari lahan baru, apabila sudah ada lahan pengganti maka pihaknya akan berkordinasi dengan Pemda maupun Pemprov Papua Barat agar ikut membangun. 

    " Jadi anggaranya bisa dari Pemda maupun Pemprov ataupun juga dari CSRnya BUMN untuk ikut membantu membangun SPN nanti," Kata Kapolda. 

    Misalkan pihaknya sudah mendapat lahan tanah yang cocok baru  akan berkordinasi dengan Bupati agar bisa membantu membangun misalnya barak, begitu juga dengan Gubernur dan juga CSR akan diminta bantuan gedung atau sebisa mungkin. 

    " Sebab anak-anak kita juga yang akan sekolah di situ, sebab di satu sisi Masyarakat menuntut agar banyak anak-anak Papua jadi Polisi tapi di sisi lain kita kekurangan sarana dan prasarana," Ujar Jendral Bintang satu itu. 

    Lanjut Kata Kapolda,  maksudnya agar sumber daya manusia SDM yang menjadi Polisi itu akan lebih baik dan kedepan jumlah polisi yang di didik di Polda Papua Barat juga akan lebih banyak. 

    Kapolda mengapresiasi langkah Bupati Manokwari Selatan Markus Waran yang saat ini pro aktif memberikan beberapa tempat untuk di jadikan SPN,  Bupati bahkan ingin menghidupkan Daerahnya, adanya SPN di Mansel akan berdampak baik misalnya di sektor ekonomi. 

    " Kita juga sudah optimis bahkan senang namun ternyata lahan tersebut masuk dalam hutan konservasi, kalaupun di terima ini tentu urusanya panjang sampai ke Kementrian hanya untuk pembebasan lahan " Kata Kapolda. 


    Saat ini Bupati Mansel terus mencari lahan untuk di jadikan sebagai SPN pengganti lahan yang ada di Distrik Orensbari,  meski demikian pihak Polda akan melakukan kajian terhadap beberapa aspek ketika Pemda sudah mendapat lahan yang di maksud.  (KT-ARA) 



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Astaga, Tanah SPN dan Polres Raja Ampat Masuk Kawasan Hutan Konservasi Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Kompas Timur
    Scroll to Top